Me & Triple A+ (Bab 2)

www

SETELAH mendengar penjelasan dari ketiga pria kembar yang tampan dan sexy, tapi sangat-sangat menyebalkan itu, akhirnya Rara dapat menghentikan tangisannya yang sejak setengah jam yang lalu sulit untuk dihetikan. Katakanlah dirinya berlebihan atau seperti gadis ‘lebay’ yang terlalu mendramatisir suasana. Tapi, serius! Rara begitu takut saat tahu dirinya telah ‘tidur’ dengan ketiga pria itu. Dia memang hidup di kota metropolitan, yang mana sebuah narkoba dan sex bebas, sepertinya bukan hal yang aneh lagi bagi masyarakat di kota ini. Tapi itu tidak berlaku untuk Rara, dia memegang teguh prinsipnya untuk tetap mempertahankan keperawanannya, sampai ia menikah dengan suami yang dicintainya kelak dan akan memberikan dirinya ‘seutuhnya’ kepada sang suami, tanpa ada jejak ‘bekas’.

       Beruntung, ketiga pria itu hanya bergurau dan berniat untuk menggodanya. Tetapi tak ada satupun dari mereka yang menyangka jika reaksi Rara akan sehisteris tadi. Gadis itu terus menangis dan menggumam tak jelas, membuat ketiga pria kembar itu kebingungan dan akhirnya dengan sedikit susah payah, mereka menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Rara.

       Semalam, Rara sepertinya demam tinggi. Setelah pingsan dan dibawa ke kamar tamu, Rara justru muntah-muntah dan membuat bajunya kotor oleh muntahannya sendiri. Lalu, salah satu pembantunya membantu Rara berganti pakaian dengan sebuah kemeja biru yang terlihat kebesaran ditubuhnya yang mungil, karena memang tidak ada baju wanita dirumah itu selain baju Ibu si kembar tiga ini. Tapi, tidak mungkin Rara mengenakan baju tidur Ibu mereka yang rata-rata baju tidurnya berupa lingerie sexy. Tak terbayangkan, jika Rara mengenakan pakaian itu, mungkin gadis itu akan lebih histeris lagi.

       “Terus, ngapain dia tidur disamping gue?! Lo juga, ngapain keluar dari kamar mandi?!” Rara menunjuk kedua orang ‘tersangka’ di hadapannya.

       “Ya, mandilah… kamu pikir apa?” balas pria itu, yang jika tidak salah ingat, pria itu sempat mengenalkan dirinya sebagai Arsya Antony, anak tertua dari si kembar bersaudara.

       “Gue tahu lo mandi. Tapi emangnya di rumah ini gak ada kamar mandi lain?!” jawab Rara sinis. “Lo juga, ngapain lo tidur dikasur yang sama kayak gue?!” tanyanya pada pria di samping Arsya, dari penampilannya, dia terlihat yang paling ‘ngawur’ dan ‘nyeleneh’ di antara kedua kembaran lainnya, namanya Adrian Antony.

       “Masalah gitu aja di permasalahin! Lagian, saya tidur bareng kamu juga enggak ngapa-ngapain! Kamu tuh bukan tipe saya, terlalu datar.” Adrian mengedikkan dagunya kearah dada Rara yang spontan saja membuat gadis itu melotot marah dan tersinggung.

       Bukannya semakin tenang, Rara justru dibuat jengkel oleh kelakuan si kembar ini, oh—minus si bungsu yang bernama Alvin Antony, karena sepertinya, hanya dialah satu-satunya anak Mbak Mitha yang pikirannya paling waras dan ‘lurus’.

       “Gue heran, kenapa Mbak Mitha punya anak kayak kalian!” Rara mendengus kasar, seolah mencemooh ketiga pria tampan nan mempesona dihadapannya ini.

       Seandainya saja, Rara bertemu mereka dengan cara yang lebih ‘layak’, mungkin dirinya sudah tergila-gila pada si kembar tiga ini. Tapi untuk sekarang? Oh, jangan harap! Rara bahkan seperti ingin mencekik mereka satu per-satu. Oke, minus Alvin.

       Adrian menguap tanpa peduli, Arsya memandang langit-langit dengan tatapan bosan dan hanya Alvin yang satu-satunya terlihat mendengarkannya.

       “Sama. Saya juga enggak ngerti, kenapa mamih milih baby sitter yang biasa aja kayak kamu! Padahal, pinginnya kan, ya… minimal, suster sexy lah…” dan celetukan Alvin sukses membuat mulut Rara menganga lebar, dagunya seperti nyaris terjatuh menyentuh lantai.

       Apakah dia sempat membuat pengecualian untuk Alvin tadi? Baiklah, lupakan itu! Dia salah! Rupanya ketiga pria kembar ini sama saja! Mereka menyebalkan, otak mesum dan tak lebih dari pria brengsek yang hanya bisanya terus menghina dirinya. Tidak adakah satu saja diantara mereka yang menuruni sifat baik hati seperti Mbak Mitha?!

       Tanpa mengatakan sepatah katapun, Rara segera beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja tanpa pamit terlebih dahulu. Peduli amat dengan tanggapan mereka tentang sopan santunnya, toh, mereka bertiga pun hanya laki-laki brengsek yang tidak tahu caranya memperlakukan seorang gadis dengan baik.

       “Sial! Sial! Mimpi apa sih gue semalem, sampai harus berhadap dengan cowok super nyebelin kayak mereka?!” gerutu Rara seraya menghentak-hentakkan kakinya dengan keras dan terus berjalan tanpa berniat untuk sedikitpun menoleh ke belakang.

Me & Triple A+

       SIANGNYA Rara memilih untuk menghubungi Mbak Mitha lewat Skype. Dia tidak bisa menerima tawaran Mbak Mitha untuk menjaga anak-anaknya, bukan—tepatnya tiga pria dewasa yang menyebalkan dan berotak mesum!

       “Hai, Ra.” wajah cantik Mbak Mitha muncul dilayar laptopnya, gurat kelelahan jelas terlihat diwajah Mbak Mitha yang cantik itu.

       Rara tersenyum sungkan. “Hai, Mbak. Ehm… gimana kerjaannya disana, lancar?” tanya Rara berbasa-basi, rasanya sedikit tidak enak untuk membahas penolakannya saat ini. Tapi mau bagaimana lagi? Dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan ketiga pria itu lagi!

       “Lancar dong.” senyum Mbak Mitha sumringah dan Rara bernafas lega untuk itu. “Oh iya, gimana? Udah ketemu anak-anak?” tanya Mbak Mitha kemudian.

       Oke, ini waktunya yang tepat, Rara Qiandra! Ayo katakan padanya, kalo kamu enggak bisa nerima tawarannya!! Suara hati Rara berteriak, memberi penyemangat untuknya.

       “Oh… ehm… y-ya, udah ketemu Mbak.” Rara menjawab dengan sedikit terbata-bata. “Ehm.. tapi mbak.. ehm… gini…”

       “Gimana menurut kamu mereka? Ganteng-ganteng kan?!” ujar Mbak Mitha, menyela ucapan Rara dengan suara riang dan antusias.

       Rara tergagap ditempatnya, “Y-ya? Oh, iya ganteng, mbak.” dalam hati ia menggerutu, kenapa Mbak Mitha harus nanya gitu sih? Iya sih, mereka ganteng… tapi…

       Senyuman diwajah Mbak Mitha memudar, “Kenapa, Ra? Anak-anak, Mbak, jailin kamu yah?” tanya Mbak Mitha, seolah mengetahui apa yang sudah terjadi pagi tadi.

       “A-apa?!” Rara tersentak, menatap gugup wajah Mbak Mitha yang memenuhi layar laptopnya saat ini. “E-enggak kok mbak.. ehm itu…”

       “Udah deh, enggak usah bohong kamu.” Mbak Mitha kembali tersenyum. “Pagi tadi, Arsya nelepon mbak.. terus bilang tentang kejadian tadi malam. Katanya kamu salah paham dan mereka malah jahilin kamu. Aduuh… maafin anak Mbak yah, Ra. Mereka kadang suka jail kayak gitu sih…” cerocos Mbak Mitha, sama sekali tak menyadari perubahan ekspresi wajah Rara.

       Gadis itu mengerjap-ngerjap tak percaya. Bagaimana bisa dia kalah telak secepat ini? Ketiga pria itu bahkan sudah ‘mencuri’ start terlebih dulu dan membuatnya mati gaya di hadapan Mbak Mitha. Sekarang, gimana caranya dia nolak tawaran Mbak Mitha?

       “Tapi, Ra. Kamu tetep mau bantuin Mbak buat jagain mereka kan?” suara Mbak Mitha seolah kembali menarik jiwanya untuk masuk kedalam raganya.

BINGO!

       Benerkan pikirannya tadi? Kalo Mbak Mitha udah nanya kayak gini, gimana jawabnya? Masa iya, dia harus jawab, ‘Enggak deh, mbak. Soalnya anak mbak itu nyebelin, otak mesum sama brengsek! Rara gak suka!’. Gila aja, kalo sampai dia ngomong gitu sama atasannya sendiri.

       “Ya ampun, Mbak… masa sih cowok segede gitu masih perlu dijagain? Mereka bertiga kan udah dewasa, Mbak. Lagian nih, mbak… kenapa sih mbak gak bilang sama saya kalo ternyata anak-anak mbak udah itu segede gitu.” Rara mencoba untuk mengeles.

       Mbak Rara cekikikan mendengar jawaban Rara. “Kamu juga yang enggak nanya dulu sama mbak.” sahutnya dengan nada geli.

       “Iya deh.. salah saya. Tapi ngapain juga sih mbak, mereka harus dijagain? Mereka kan udah pada bisa jaga diri. Saya yakin deh… usia anak mbak pasti lebih tua dari saya.”

       Mbak Mitha tersenyum geli, “Baru 28 ko, Ra.” jawabnya dengan santai, sementara Rara mengerjap tak percaya. OH-EM-JI!!! HELLOOO.. Umur 28 masih butuh baby sitter? TALI MANA TALI?!

       “Lah, terus, ngapain mbak nitipin mereka ke saya? Saya aja yang baru 24 tahun udah tinggal sendiri, tapi masih selamat sampai saat ini, mbak…”

       “Justru itu, Ra. Mbak justru gak percaya mereka bisa jaga diri kayak kamu. Usia kayak mereka itu kan lagi rawan-rawannya bikin banyak masalah…”

       Hah?! Apa pendengarannya yang salah, anak-anak Mbak Mitha yang emang kelewat pembuat onar atau sikap Mbak Mitha yang kelewat over protektif sih? Kok, anak segede gitu masih aja di khawatirin sampai segitunya?! TER-LA-LU!

       Rara menggerutu dalam hati, benar-benar kesal karena sepertinya menolak tawaran Mbak Mitha tidak semudah yang ia bayangkan. Ujung-ujungnya, pasti dia juga deh yang bakalan kalah sama atasannya itu.

       “Zaman sekarang tuh, pergaulannya makin ngaco, Ra. Mbak takut mereka bertiga ikut-ikutan terjerumus ke hal-hal yang enggak bener…” Mbak Mitha memulai curhatnya dan Rara menghela nafas secara diam-diam.

       “Tapi kemaren mereka bikin party di rumah.” Rara mengadu, tak sadar jika dia baru saja keceplosan dan ia buru-buru mengatupkan mulutnya saat tersadar dengan ucapannya.

       “Mbak tahu. Arsya udah bilang kok sama mbak.. ya, mbak bisa maklumin deh kalo soal party itu. Tapi mbak gak mau, kalo sampai anak-anak mbak terjerumus ke dunia narkoba, sex bebas, mabuk-mabukan terus sampai tidur dengan sembarang cewek, buang ‘sperma’ sana-sini buat cewek-cewek gak jelas di kota. Mbak takut, Ra.” curhatnya berlanjut.

       Terus apa kabar sama gue?! Emangnya ‘keperawanan’ gue bakalan 100% terjamin selamat dari cowok-cowok cabul macam mereka?! Rara mendengus kesal dalam hatinya.

       “Ya, tapi kan mbak—”

       “Dicoba aja dulu, Ra. Siapa tahu kalian bisa jadi temen. Cuman kamu yang bisa mbak percaya buat nitipin anak-anak, mbak. Please, Ra. Kamu mau tetep jagain mereka kan? Ya… itung-itung bantu mbak diluar pekerjaanlah, Ra.” untuk sekian kalinya Mbak Mitha kembali merajuk padanya dan jika sudah begini, Rara rasanya sulit untuk menolak permintaannya.

       Tuh kan.. apa gue bilang! Susah nolak kalo udah kayak gini nih! Rara semakin mendumel dalam hatinya. “Oke deh, mbak. Rara coba yah…” pasrahnya.

       “Nah, gitu dong… Thanks ya, sayang.”

       Lalu, setelah berlanjut dengan obrolan tak penting dan Mbak Mitha diharuskan untuk menghadiri rapat, akhirnya perbincangan diantara merekapun berakhir.

       Rara menghela nafas panjang, lalu menjatuhkan tubuhnya diatas kasur dan tatapannya tampak menerawang jauh ke langit-langit kamarnya.

       Congratulation, Rara Qiandra. Kau benar-benar sudah terjebak dengan tiga makhluk tampan nan sexy itu -plus sikap kurang ajar mereka yang sulit ditolerir!-. Welcome to the HELL!!

       Suara batin Rara seolah menyoraki untuk mengejek nasib ‘buruk’ yang menimpanya. Ia kembali menghela nafas panjang, lalu tiba-tiba saja dia mengacak-acak rambutnya dengan frustrasi. “Argh! Gue lama-lama bisa gila, nih!”

Me & Triple A+

       SEHARIAN memikirkan nasibnya yang kini ‘terjebak’ diantara ketiga iblis tampan dan menggoda -yang kini Rara beri julukan Tripple A+, karena selain mereka kembar, nama ketiga pria itu pun terdiri dari huruf ‘A’-. Justru membuat Rara tidak bisa tidur semalaman dan alhasil, paginya langsung terjadi kegaduhan dirumahnya karena ia bangun kesiangan.

       “Baru mikirinnya aja udah bikin sial, gimana pas ketemu lagi?!” Rara mengeluh ketika mengenakan high heelsnya dan setengah berlari keluar rumahnya.

Tin.. tin… tin…

       Bunyi klakson membuat Rara terkejut dan langsung berbalik ke belakang. Kedua mata Rara menyipit dan sedetik kemudian raut wajahnya berubah cemberut. Ia kembali berbalik dan berjalan tanpa menghiraukan sang pemilik mobil tersebut, yang rupanya Adrian.

       “Apaan sih tuh orang?! Pingin bikin gue mati muda, gitu?!” gerutu Rara jengkel, lalu ia semakin mempercepat langkahnya.

       Namun, mobil Adrian lambat laun berjalan disampingnya, berusaha mengimbangi laju mobilnya dengan langkah cepat Rara.

       “Rara!” panggil Adrian dari dalam. “Ayo, saya antar kamu ke kantor. Kamu telat kan?”

       Rara mendengus sebal, menoleh ke arahnya sebentar. “Sok tau! Udah sana lo, pergi aja ke laut biar di makan ikan paus!” cibirnya.

       “Apaan sih,  Ra. Jutek banget. Ayo cepetan masuk! Nanti telah loh…”

       “Bodo!” balas Rara, semakin ketus.

       Sejenak, Adrian tampak menghela nafas panjang, lalu pada detik berikutnya ia segera membelokkan mobilnya ke pinggir, tepat dihadapan Rara sehingga membuatnya terpekik kaget dan buru-buru menghentikan langkahnya.

       “Gila ya, lo!” teriak Rara penuh kemarahan. Bukannya menjawab, Adrian justru keluar dari dalam mobilnya lalu berjalan mendekati Rara. “Ngapain lo! Pergi! Pergi! Aaaa!!” jeritan histeris Rara seolah mampu menulikan pendengaran siapapun, termasuk Adrian yang kini tengah membopong tubuh mungil Rara di pundaknya.

Bruk!

       Tubuh Rara mendarat mulus disamping kursi pengemudi dan gadis ini siap melawan agar dapat keluar dari mobil Adrian, tetapi pria itu telah lebih dulu menahan pundaknya dan menatap Rara dengan kedua bola matanya yang berwarna biru laut, benar-benar indah dan cukup membuat sekujur tubuh Rara ‘terhipnotis’ dengan warnanya yang indah itu.

       “Mamih minta saya buat nganterin kamu ke kantornya. Jadi kamu gak perlu berontak ataupun nolak. Lagian saya gak akan ngapa-ngapain kamu ko!” ujar Adrian kemudian.

       Rara masih tak bergeming. Dia terlalu terpaku dengan kedua mata Adrian yang seperti hamparan air laut yang jernih, benar-benar membuatnya terpukau.

       Adrian mengerutkan keningnya, kebingungan dengan sikap Rara yang tiba-tiba diam. Ia mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan wajah Rara dan detik itu juga jiwa Rara seperti kembali masuk ke dalam raganya.

       “Apaan sih, lo?!” Rara menepis tangan Adrian.

       “Ngelamun aja sih.” cibir Adrian. “Udah, pokoknya saya bakalan antar kamu ke kantor. Kalo kamu gak mau, nanti saya aduin ke mamih. Mau?” ancamnya kemudian.

       “Lo ngancem gue?!”

       “Mau terus debat?” Adrian mulai mengeluarkan ponselnya dari celana jeans birunya yang terlihat sangat kontras dengan warna bola matanya.

       Rara menggerutu, melipat kedua tangannya di depan dada dan Adrian pun tersenyum penuh kemenangan. “Nah, gitu dong… cepet kan?” ujarnya santai, lalu berlari memutari mobil dan duduk di kursi pengemudi.

       “Dasar anak mamih! Tukang ngadu!” Rara mendumel dan Adrian hanya bersiul pelan sambil melajukan mobilnya.

            Biasanya, perjalanan ke kantor dari rumahnya hanya memakan waktu 1 jam. Tapi tidak untuk kali ini, rasa-rasanya Rara sudah berada di dalam mobil ini selama berjam-jam. Oke, ini memang terkesan berlebihan. Tapi serius! Rara benar-benar benci harus berada di dalam satu mobil yang sama dengan Adrian. Apalagi jika sudah mengingat omongan Adrian pagi itu, err… tentang… dadanya yang RATA!

       Oke, jangan ada yang tertawa! Dia sadar jika dadanya memang tidak sebesar artis-artis Hollywood  di luar negeri sana. Tapi please deh ya… bisa gak sih Adrian gak usah nyebut dada dia datar?! Nyebelin!

       “Jadi… udah berapa tahun kerja sama mamih?” Adrian mulai bertanya ketika lampu merah menyala.

       “3 tahun.” Rara menjawab singkat, sudah terlalu malas untuk berdebat dengan pria ini.

       Adrian mengangguk, “Lama juga ya. Pantes mamih percayain kamu untuk jagain kita-kita..” ujarnya kemudian. “Ngomong-ngomong.. kenapa kamu mau terima tawaran mamih buat jagain kita-kita? Jangan-jangan kamu suka sama salah satu dari kita yah… pas mamih nunjukin foto kita?” lanjut Adrian sembari menoleh padanya, tersenyum dengan kedua alisnya yang di naik-naikkan ke atas berulang kali.

       “Pede banget sih lo!” ketus Rara, mendeliknya dengan tajam. “Kalo bukan mbak mitha yang minta. Gue amit-amit deh jagain bayi gede kayak kalian! Najis tau gak sih!”

       “Bayi gede? Yang bener cowok ganteng kali, Ra.” Adrian tertawa keras sedangkan Rara lagi-lagi kembali mendengus kesal.

       Bener-bener deh! Nih cowok satu emang nyebelin! Rara mengeluh dalam hati. Iya sih dia ganteng… tapi kan… argh! Nyebelin!! Nyebelin!!

       Mereka akhirnya tiba di depan perusahaan Biro Jodoh milik Mbak Mitha yang terlihat menjulang tinggi, bersaing dengan perusahan-perusahaan serta ruko-ruko baju dan sepatu di sekelilingnya.

       Rara buru-buru membuka pintu dan bersiap untuk segera keluar dari dalam mobil, tapi Adrian lebih dulu memegang tangannya dan membuat gadis ini lagi-lagi terkejut kemudian menoleh cepat ke arahnya.

       “Apa?”

       Adrian berpura-pura memasang tampang tersinggung. “Galak banget sih, Ra. Bilang makasih kek… bilang apa gitu, kayak, Adrian ganteng… thanks ya udah anter aku.”

       “Apaan sih lo? Bukannya lo yang maksa gue buat ikut sama lo?!”

       “Bukan apaan, Ra. Tapi makasih…” Adrian bersikukuh.

       “Aduh… iya deh iya, dasar bawel!” gerutu Rara kesal setengah mati. “Makasih udah anter gue ke kantor, puas?!” serunya kemudian dan Adrian langsung mengangguk sembari tersenyum lebar.

       “Nanti gue jemput ya, Ra.”

       Rara melotot horor padanya, “Ogah! Ngapain lo jemput gue?”

       “Kan mamih yang minta…”

       “Enggak! Gue bisa pulang sendiri!” dan setelah itu, Rara langsung melepaskan tangan Adrian dari pergelangan tangannya, kemudian bergegas secepat mungkin untuk keluar dari dalam mobil itu.

Me & Triple A+

       “Woy, kenapa sih, Ra? Kok mukanya di tekuk macam dadar gulung gitu sih?!” Nasya, -sahabatnya-, mencolek pipi Rara dengan gemas, merasa bingung karena sejak pagi tadi Rara terus memperlihatkan wajah muramnya yang tak sedap di pandang.

       Entah untuk yang keberapa kalinya, Rara kembali menghela nafas panjang hari ini. Dia menoleh pada Nasya, lalu lama-lama dia merengek seperti anak kecil yang di larang oleh Ibunya untuk membeli permen.

       “Gue gak bisa, Sya.” tiba-tiba ia bersuara dan Nasya terlihat menaikkan sebelah alisnya.

       “Gak bisa apaan sih, lo? Gak ngerti gue…”

       “Gak bisa nolak gue yah, Ra?” Jojo muncul entah darimana, membuat Nasya lagi-lagu harus memutar kedua bola matanya dengan jengah.

       “Please deh yah, Jo… Mulut lo tuh asal jeplak aja! Nyamber seenak jidat lo!” ujar Nasya dengan kesal, gadis ini memang sudah kelewat sensi jika sudah berhadapan dengan Jojo.

       “Tuh kan… lo cemburu lagi sama gue! Kan udah gue bilang, Sya. Gue gak suka sama lo, jangan maksa lah…” ujar Jojo dengan percaya diri, yang tentu saja membuat mulut Nasya menganga lebar dan tatapan matanya yang semakin terlihat jengah dengan sikap Jojo.

       “Udah deh, ah! Lo berdua tuh ribut banget sih! Gak ngerti apa gue lagi pusing?!” Rara melipat kedua tangannya di atas meja dan perhatian Nasya-Jojo langsung tertuju padanya.

       “Lo tuh, sebenernya kenapa sih, Ra?” tanya Nasya kemudian.

       “Iya, Ra. Kenapa sih? Cerita gitu kek sama kita…” baik Jojo maupun Nasya memang sudah sangat dekat dengannya, mereka bagaikan 3 serangkai yang tak dapat di pisahkan, walaupun Jojo dan Nasya sering sekali ribut, tapi bukan berarti mereka tidak pernah kompak dalam beberapa hal.

       Sekali lagi, Rara menghembuskan nafasnya, lalu ia mulai menceritakan semuanya. Mulai dari mbak Mitha yang memintanya untuk menjadi baby sitter untuk anak-anaknya dan berlanjut dengan pertemuan Rara dan Triple A+, yang ternyata 3 orang pria dewasa dengan hormon berlebih yang memicu otak mesum mereka serta sikap mereka yang sangat menyebalkan! Jelas bertolak belakang dengan sikap mbak Mitha yang baik hati.

       “Gila!! Cowok umur 28 masih butuh baby sitter, gak salah tuh mbak Mitha?!” Jojo tak habis pikir dengan sikap atasannya itu, yang kadang memang selalu di luar logika.

       “Mangkannya, gue aja gak ngerti! Pingin nolak.. tapi gak enak sama mbak Mitha.” ujar Rara dengan putus asa. Wajahnya semakin tertekuk masam dan keceriaan yang biasanya terpancar dari wajah gadis ini pun seketika menghilang hari ini.

       “Ngomong aja, Ra. Lo kan gak mungkin ngurusin cowok segede gitu!” emang dasarnya Jojo cemburu, sudah pasti dia mendukung Rara untuk menolak permintaan mbak Mitha.

       “Gila lo! Permintaan atasan sendiri mau di tolak? Mau cari mati? Bukannya aman, yang ada bisa-bisa Rara di pecat tau!” celetuk Nasya yang sejujurnya, dalam hati Rara memang membenarkan ucapannya.

       “Ya… tapi kan, Sya. Rara itu—”

       “Mas Jojo… ada client yang nyariin.” sosok Asri, anak magang yang bertugas membantu Jojo muncul dan tersenyum manis ketika melihat Rara dan Nasya ada di sana.

       “Harus sekarang, Sri?” Jojo terlihat kesal karena belum menyelesaikan ‘tugasnya’ untuk membuat Rara mau menolak permintaan mbak Mitha itu dan Asri hanya mengangguk sambil tersenyum-senyum malu.

       Ooh… semua orang tahu, jika anak magang yang satu itu memang memiliki perasaan khusus pada Jojo Dirgantara.

       “Udah sana, temuin gih client lo itu..” Rara mendorong tubuhnya pelan dan Jojo hanya bisa mematuhi perkataannya tanpa melakukan debat panjang seperti yang biasa ia lakukan dengan Nasya.

       “Menurut gue, Ra. Mending lo tetep terima aja permintaan mbak Mitha. Lagian kan dia enggak minta lo untuk kelonin anak-anaknya satu-satu, cukup jagain aja.” saran Nasya.

       “Iya sih, Sya. Tapi masalahnya mereka itu nyebelin… otak mesum!” gerutu Rara.

       “Kalo itu soal gampang lah… tinggal lo cuekin aja mereka. Usahain buat enggak ketemu mereka tiap hari, minimal… longok mereka tiap sabtu aja lah… toh, yang penting lo udah coba untuk ‘jagain’ mereka seperti yang mbak Mitha minta kan?” ujar Nasya lagi, tumben banget otak nih anak jalan, pikir Rara.

       “Bener juga yah, Sya. Toh, mbak Mitha enggak minta gue buat full 24 jam jagain anak-anaknya itu kan.” ujarnya menyetujui.

       “Iyalah… kalo kalian jarang ketemu kan, otomatis mereka enggak bisa gangguin, lo.”

       “Iya yah… gila yah.. ternyata lo punya otak juga!” senyum Rara mengembang dan gadis disampingnya hanya mendengus pelan.

       “Sialan lo! Gue emang udah pinter dari sononya tau!”

       “Eh… tapi, Sya. Pas pulang nanti, lo harus bantuin gue buat ngehindar dari cowok itu!”

       “Lo tenang aja, Ra… gue pasti bantuin lo, biar lo gak pulang bareng tuh bayi gede!” ujar Nasya dengan percaya diri.

       “Yakin lo? Anak mbak Mitha itu blasteran loh, Ra. Emaknya kan keturunan Indo-Spanyol, nah… bapaknya tuh kalo gue gak salah, dari Texas! Yakin lo gak kegoda sama mereka?” Rara mulai meragu.

       Faktanya, Nasya Hafika adalah sosok gadis metropolitan yang di kenal dengan ‘mata belanja’-nya. Bukan karena dia suka shopping ini dan itu, tapi lebih kepada pada pria-pria tampan yang di temuinya. Rara memang tidak pernah bisa menahan godaan dari lawan jenisnya, apalagi jika pria yang dikenalnya itu adalah bule tampan atau blasteran.

       Nasya tampak berpikir sejenak, sebelum akhirnya menjawab. “Enggak yakin banget sih sama temennya sendiri. Gue kan gak mungkin berkhianat sama lo…”

       “Yakin?” tanya Rara lagi.

       “Yakinlah, Ra. Kalau gue bohong, lo bisa kutuk gue deh buat jadi temen lo selamanya!” ujar Nasya lagi dan Rara hanya menatapnya ragu, benar-benar tak yakin dengan sahabatnya yang satu ini. Sepertinya dia harus siap-siap menyiapkan kutukan itu.

Me & Triple A+

       JAM pulang kantor sudah berakhir sejak setengah jam yang lalu, tapi baik Rara dan Nasya sama-sama masih berada di dalam kantor, mengintip dari balik meja lobi resepsionis yang mengarah langsung ke luar jalanan.

       “Yakin lo, dia mau jemput? Mungkin dia cuman mau godaain lo doang, lo aja kali yang ke-geer-an.” bisik Nasya selagi mereka mengintip dari balik meja lobi itu.

       Mereka sudah seperti maling yang takut tertangkap kejaran masa saja. Mengendap-endap di balik meja lobi tinggi yang menutupi setengah tubuh mereka itu.

       “Ngapain, Rara? Nyari tikus bertelur?” suara bariton yang terdengar datar itu berasal dari arah belakang mereka dan keduanya langsung berbalik disaat yang bersamaan.

       Rara menyipitkan kedua matanya, tampak berpikir sebentar tentang siapa pria yang tengah berdiri dihadapannya ini dan setelah selama 15 detik terdiam, Rara barulah menyadari jika pria itu adalah Arsya Antony, anak pertama dari 3 cowok kembar itu.

       “Lo ngapain disini?” Rara bertanya balik.

       “Jemput kamu. Adrian enggak bisa dateng karena ada pasiennya yang terus merengek untuk di temani dan Alvin sibuk di restorannya.” jelas Arsya, yang sebetulnya sama sekali tak di pedulikan Rara.

       “Gue bukan anak kecil! Gue bisa pulang sendiri!” Rara langsung berdiri tegak, namun segera menoleh pada Nasya ketika gadis itu tidak berkutik sedikitpun di tempatnya. “Sst… Hey, ngapain lo diem aja?!” desis Rara sambil menyenggol tangan Nasya dengan kakinya.

       Namun Nasya tetap terdiam. Tatapan matanya tertuju hanya pada sosok Arsya yang tampak menawan dengan setelan jas dan dasi berwarna hijau tua bergaris, serta rambutnya yang di papas pendek dan rapih.

       Nih anak beneran minta gue kutuk! Rara mendumel, menyalahkan dirinya karena percaya begitu saja dengan kata-kata Nasya beberapa jam yang lalu.

       Arsya pun ikut menoleh padanya, lalu tatapan mereka bertemu pandang dan tiba-tiba saja senyum Nasya mengembang. “Kamu enggak apa-apa?” tanya Arsya kemudian yang di balas dengan anggukan singkat Nasya.

       Rara sudah mengabaikan sahabatnya itu, dia melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Arsya dengan kesal. “Mendingan lo pulang aja deh.. gue masih ada perlu sama temen gue. Urusan cewek!” ujarnya dengan ketus.

       “Temen kamu yang ini?” Arsya menunjuk Nasya yang masih terpaku dengan tatapan matanya yang tetap tertuju kepadanya.

       “Iya, gue mau nginep dirumahnya!”

       Arsya kembali menatap Nasya, memperhatikan gadis itu sejenak sebelum akhirnya dia memegang kedua tangan Nasya dengan lembut, membuat gadis itu tentu saja terkejut sekaligus senang bukan main.

       “Mbak… saya tahu, mungkin saya enggak sopan. Tapi bisa enggak, kalo urusannya lain kali aja? Saya harus pulang bareng Rara soalnya…” suara Arsya berubah melembut dan seulas senyuman tipis pun terlihat di kedua sudut bibirnya.

       “Apaan sih lo?! Gak bisa gitu dong… iya kan, Sya?”

       Nasya tak menoleh padanya dan hanya mengangguk singkat, membuat Rara tentu saja tersenyum penuh kemenangan.

       “Tuh kan—”

       “Enggak apa-apa. Bawa aja dia… lagian urusannya enggak penting-penting amat kok!” dan celetukan Nasya bagaikan seperti sebuah suara petir yang menyambar di sore hari yang cerah ini.

       Gadis ini tergagap ditempatnya, melotot tak percaya pada sahabatnya itu, sementara Nasya masih tak berpaling dari pesona yang di pancarkan pria dihadapannya ini dan Arsya yang kini giliran melemparkan senyuman penuh kemenangan pada gadis itu.

       “Ayo, Ra. Pulang!” Arsya langsung menarik tangannya dan membiarkan Nasya yang tetap berdiri di tempatnya, berdecak penuh kekaguman pada ketampanan Arsya yang benar-benar di luar dugaannya.

       Tadinya dia sempat berpikir, jika mungkin anak mbak Mitha akan biasa-biasa saja. Tapi rupanya dia salah sangka dan malah ia mungkin baru saja mengalami yang dinamakan cinta pada pandangan pertama.

       Sungguh! Hatinya berdebar-debar kencang ketika Arsya memang tangannya dengan lembut serta melemparkan senyuman tipis kepadanya.

       Sementara gadis ini tengah dimabuk oleh cinta pada pandangan pertamanya, Rara justru tak bisa melepaskan tatapan tak percayanya pada sahabatnya itu.

       DASAR PENGKHIANAT! NASYA HAFIKA, TERKUTUKLAH KAU!

To Be Continued…

Note : Hai… Hai… gimana menurut kalian lanjutan ceritanya? Makin gajekah? garingkah? atau justru seru? #pede Hahahaha Aniwei… Buat kalian yang sedikit risih dengan percakapan cast-castnya, mohon dimaafkan yaaah… saya memang sengaja membuat obrolannya lebih terkesan ringan dan khas anak2 metropolitan gaul macam zaman sekarang ini. Karena apa? Karena settingnya pun memang saya ambil sesuai kehidupan anak-anak metropolitan zaman sekarang… Lagipula ini lebih kepada cerita teenlit, metropop dan sebagainya, jadi bahasanya pun memang sengaja tidak saya buat terlalu baku karena justru hasilnya menurut saya jatohnya justru aneh… Kalo fanfic kan dengan bahasa baku sudah biasaa… hehehehe

So, buat yang penasaran dengan kisah selanjutnya dari Rara Qiandra dan Tripple A ini, monggo di tungguin… Yang enggak terlalu suka atau malah enggak suka juga enggak apa-apa… Enggak maksa untuk baca ko. ^_^ Oh dan cerita ini pun saya update di wattpad pribadi saya… jadi ada kemungkinan ntar ceritanya bisa aja pindah update jadi di wattpad doang… Hohohoho

Dan hayoo… siapa yang penasaran dengan cast Rara Qiandra dan Tripple A ini?? Ada yang penasaran? Mau lihat bagaimana penggambaran mereka? So… Check it out… ^o^

Rara Qiandra 1

1BFEFAAB

Adrian Antony

Alvin Antony

Iklan

83 thoughts on “Me & Triple A+ (Bab 2)

  1. Aduh,lucu bgt sih,Ni crita.suka ama penggambaran cerita’x..Agak aneh jg sih Denger Kata Loe Gue di percakapan”x.. Eon Please tetap Post crita ini di Blog Ini ya Eon,Soal’x Udah suka bgt ama Crita’x…. tp tetap smangat ya Eon,di tung2u kelanjutan’x..

  2. Tenang aja eon, udh biasa kok baca cerita yg tata bahasa nya kya gni, justru yg bagus nya disni..
    Ya ampun triple A+ itu guanteng2 bgt eon, dan saya rasa cerita ini jg hrs masuk genre comedy.. Next eonni 😀

  3. Tali…mana tali…hehe….lucu ceritanya….
    Menurut aku gapapa lo dengan bahasa yang ga baku….emang percakapan di kita begitu kan….
    Itu rara…artis FTV ya…siapa ya…lupa namanya…
    Siapa yang ga mau kalo jadi baby sitter mereka….tapi penasaran rara nanti sama siapa ya…?

  4. Ini kok,sepertinya A+ nie yang jagain rara
    ,,diantar jemput sama cowok ganteng harusny asyik dong ra hee..heee,,,mbak mitha ini seperti menyimpan sesuatu maksud tertentu,,aku penasaran lanjut author
    .

  5. oo em jii bayi gedee udah 28 taun masih dicariin baby sittrr. eoon aku boleh daftar nggakkk. aku mau doongg jadi baby sitternya. bakalan nggak pulang pulang lah dari rumah mereka wkkw. menurutku bahasanya nggak aneh. bagus kok kayak novel metropop wkwkkwk

  6. Hahaha, part ini lucu + seru banget.. Rara mesti perang lawan Triple A+ dengan emosi berapi-api tapi cuman ditanggepin santai sama Triple A.. Ckckck mana punya temen Nasya yg minta ditempeleng jadi makin asyik..
    Penasaran nanti Rara bakal suka siapa.. Next partnya di tunggu eonn..

  7. kok kayak bukan rara yg jagain anak’a mba mitha malah anak2’a mba mitha yg jagain rara .
    jangan2 mba mitha pengen jodohin rara sama salah satu anak’a nhe ..
    makin penasaran sama cerita selanjut’a .

  8. Adsuh eon… Jgan smpe deh critanya cuma di update di wattpad doang.. Kan aku nggak punya… 😦
    Trus, ini critanya udah cocok kyak ginikok bhasanya.. Jd, bwaannya nyantai dan trbwa sma critanya…
    Ah jdi, rara kyak gitu yah…
    Kak, itu bule2 beda2 orangnya yah?? Kan croitanya kmbar 3 yah?? Kok nggak mirip? Atau emang critanya mreka kembar tp, nggak identik? Lbih dijelasin lg yah kak… Hehe…
    Oh yah td, ada bebrapa kali eonni salah tulis nama.. Yang seharusnya Nasya eonni malah nulis rar. Tp, selebihnya aman.. Critanya bgus.. Bkin penasaran.. Udah cocoklah ini terbit jdi, novel!! Kk~
    eon.. Ttep lanjut disini jg yah nanti… Pliss…
    Oke deh FIGHTING!!

  9. Ceritanya baguss, dan pemeran cewenya bagus kak. Tapi kenapa yg cowonya ga bule indo beneran kayaknya lebih bagus hehe 😉
    Btw ditunggu ffnya ya unnie aku nunggu bgt soalnyaa, semangatt!

    • Soalnya di sini status Ayah mreka pure orang luar, tepatnya Texas. Nah, kalo Ibunya baru blasteran… Indo-Spanyol.. Jdi jatohnya ke anak2 mreka lbih kentel wajah orang luarnya.. Hehehe

  10. critanya tmbh bgus..udah gk pa2 kok kak dg bhasanya.udah lumayan biasa.
    dipublish dsini juga dong kak,biar gampang.
    oy kak,maap sblumnya tp bnyak nama2 yg keliru penempatannya,tkutnya ada yg bngung nanti.tp saia paham kok.hehehe
    pkoxnya tetep publish disini ya kakak cantik.
    dtnggu kelnjutannya.gamsahamnida

  11. critanya tmbh bgus..udah gk pa2 kok kak dg bhasanya.udah lumayan biasa.
    dipublish dsini juga dong kak,biar gampang.
    oy kak,maap sblumnya tp bnyak nama2 yg keliru penempatannya,tkutnya ada yg bngung nanti.tp saia paham kok.hehehe
    oh.yg jd rara kyak kirana larasati ya karakternya?suka kak,aq jg ngefans sama dia,si triple A+ nya juga ganteng2.hahaha terutama yg adrian kali ya.aq suka dia.
    pkoxnya tetep publish disini ya kakak cantik.
    dtnggu kelnjutannya.gamsahamnida

  12. akhirnya muncul jga….. critanya seru klo dri bhasa mungkin aku sbgai pembaca harus brusha untk menyesuaikan diri dgn bhsa yg bkan bhasa baku, thor jammgan lama” di next

  13. Kenapa ya .. anak-anak mbak nita itu harus di Jagain ?? jangan-jangan mbak Nita merencanakan buat jodohin salah satu anaknya dengan Rara lagi?? *berharap*

    Uwahhh…. anak2nya itu cakep banget.. apalagi Arsya..kenapa ya? aku lebih suk Rara jadian sama andrian or Arsya..heee

    Ceritanya seru.. cuman aku belum biasa ajah kali ya ..baca cerita dengan kata2 yang gak baku..heee tapi selebihnya keren kok. aku bakalan nungguin next part nya.

  14. Ih aku suka banget banget sama cerita yg satu ini. Geregetan banget bacanyaa. Udh kebayang gimana gantengnya si kembar 3 ituu :3 awkawk

  15. HAHA INI FF KERENN AKHIRNYA POST JUGA ❤

    Sumvah kocak bacanya eon, jadi kebayang rasanya jadi Rara yang jadi 'baby sitter' 3 cowo tamvan+sexy! Uuuulalalaaa~

    Itu tuh itu, Arsya & Adrian itu 1tipe ya? Gimana sm Alvin? Penasaran kepribadiannya eon wkwkwkkw

    Masa iya, mba mitha gitu aja pengen Rara jadi handsomeguy-sitter A+? Apa ada alasan lain?

    ps : MEREKA BERTIGA GANTENG SUMVAH EON ❤

  16. perfect,,, itu melebihi angan” pic nya triple A+ 😀 ngakak sendiri baca ini, narsha ya ampun, penghianat bgt kamu,, rara yg sabar ya punya temen kaya narsha wkwkwkwk.. ini mah bisa mati muda klo ketemu triple A+ kaya gitu,,, selalu kalah start dari triple A+ rara, kasian *puk-puk* masih bingung si apa motif mba mitha buat maksa banget rara jagain mereka padahal kan udah 28 thn, dan mereka bisa” aja ga nganggep rara *lol* cerita, alur, gaya bahasa udah pas banget, pas ama settingnya, jadi berasa baca novel beneran 🙂 bikin penasaran lanjutannya, bikin lupa ma kyuhyun juga *rotfl* ditunggu lanjutannya ^^

  17. pas banget nich picnya kirana larasati jadi rara cocokkk banget
    si tripple A+ juga ganteng”
    makin tersiksa aja kayaknya ntar sirara hahahaha
    hahhh jadi kayaknya persaingan bakal terjadi nich narsya udah jatuh cinta pada pandangan pertama ama arsya namanya aja cuma beda satu huruf
    jadi adrian ama alvin juga rara jadi cinta segitiga aja kan seru tuh hahahaha

  18. Crtanya krend eon,, cma agk krng srek d bhsanya =D 🙂 tp ksluruhannya bgs bgt eon.. Kya novel yg sring aku bca 🙂 bsa d jdiin novel ini eon 🙂
    visualnya jga krend,,, rara qiandranya cntik apalgi 3pria blasteran itu =D ahaha,, walau agak suka sma yg asia sich :v wkwkwk
    nextnya pasti krend .. Bgt 🙂 keep writing thor

  19. Tu kembar menggoda iman banget, ckckck
    Rara bakal kepincut sama yg mana yaa??
    Aku tunggu triple A slanjutnyaa

    Keep Writing!!!

  20. akhiiiirnya publish juga 😀 #jingkrak2
    eonni ada typo nama tuh~
    ceritanya menghibur banget udah cocok dijadiin metropop~~~
    next partnya jangan lama2 ya eonni 😀

  21. Wah… ganteng ganteng y…
    ceritana seru, jd kangen baca teenlit lg.
    cara pnulisan n bahasana bgus koq, aq ampe senyam snyum sndri bacana. Oh iy jgn di wattpad aj donk… dsni jg hrs te2p di lanjut…
    itu cwe na ftv bgt yah hahaha…
    smangat Nta,di lanjut y… awas enggak.

  22. Adrian cakeeeepppp (y)
    awalnya emang risih ka, tapi setelah part 2 udah mulai biasa, iya sih lagian ini setingnya juga di kota2 besar yg anak2nya gahol men hahaa. Dan kalo di wattpad nama akun kaka apa? Jawabnya di postingan selanjutnya ya kak 😉

  23. Dari pertama baca aku sudah suka dengan ceritanya.. #curcol. Aku pengen kasih masukan nih soalnya ada beberapa kata-katanya yang salah, mis: memang (seharusnya memegang), terus ada ditulis Rara Hafika (seharusnya Nasya Hafika).. Itu aja aku pengen kasih masukan^^.. Keep writing~~ hehe..

  24. eeeeem mereka bertiga jahil nih, ngerjain babysitternya 😀

    rara nggak berkutik kalo berhadapan sama mbak mitha 😀

    jangan2 jadi cinta segi empat nih ?hehehe

  25. Eon lucu deh ceritanya mbak mitha nih berlebihan banget kan umur 28 kan udah dewasa harusnya kan udah bisa bedain pergaulan baik atau buruk kenapa di jagain sama baby sitter segala baby sitternya aja lebih muda. eh Eon nanti ini akan jadi NC enggak hehehe.

  26. Kesan teenlitnya emang kerasa bnaget ehe. Jarang baca teenlit kebiasaan fanfict jadi lumayan aneh, lucu kok lucu Rara harus extra sabar ngadepin cowok mesum bertiga ini pasti. Plusnya aku kabogoh sama anak kedua ih si Adrian ya kesel ngeliat fotonya ehe. Anyway wattpadnya apa kak usernamenya? Bisa aku recommended-in ke temen-temen aku soalnya mereka readers wattpad juga dan siapa tau suka hehehe.

  27. ini kenapa triple +A pada fine2 aja ya di cariin baby siter sama maminya umur mereka bisa dibilang mateng banget buat mariage rara lucky lah menurut gue jd bby siter para triple ++A wks

  28. Yuhuuu ceritanya semakin seru ntaa.

    Gak ku sangka triple A cakep2 bgt.
    Awalnya pemikiran aq sama kyak nasya tuu hhaa

    Ok d tggu yaa lanjut an ny.
    Eeeeii update ny d sini aja dong ntaa.

  29. akhirnya kakak update jugak. ini cerita swru ngt seh kak. cerita indo yang ngga lebay.. alur ceritanya seru.. keep writing ya kak

  30. seru ceritanya…ditunggu kelanjutannya….dan usahain tetep posting diblog ini ya…authornya baik + cantik dehh #ngrayu….hehe….fighting

  31. Wah wah…
    Makin penasaran asli… Lanjut lanjut…
    Penasaran, maksud dri mbak mytha apa, soalnya kaya ada maksud lain gtu. Kan yg di suruh ngejagain anak2nya itu rara, tapi ko dia yg malah di suruh antar jemput sama anak2nya.
    Dan apakah akan ada cerita cinta di dalamnya, kalo ada bakal sama siapa? Kalo engga, bakal jadi sama siapa rasanya, joko? Hihihi…
    Tuh kan masih banyak pertanyaan, jadi wajib lanjut ini mah.hihihi #maksa

    Buat rara cocok pemenangnya itu…
    Tapi buat triple a+ nya, aku g ke bayang dominan bulenya… Aku bayanginnya yg msh Indonesia, tapi ada bule2nya dikit kaya keenan di perahu kertas lah (g tau nama aslinya).
    Dan ini semacam ff pertama yg aku bayangin berlatar belakang Indonesia, rada susah susah gampang sih, perlu ada adaptasi imajinasi lagi.. Wkwkwk
    Tapi oper ol, kereeeeeen…
    Semangat lanjut ntaaa…..

  32. seru kak, menarik. aku berasa baca novel. bahasanya ringan namun tetap oke. gpp kan dengan gaya bahasa kaya gini pun tetep oke 🙂 harus di lanjut kak ceritanaya. oh iya alamat wattpadnya apa?soalnya aku belum tau

  33. Jadiin novel dong, unnieeeeT_T kalo beneran jadi novel pasti aku langsung beli huhu.penasaran sama cerita fullnya un…

  34. Ini keren nta beneran…… Soal bahasa no problem aku ngerti kok ema.g bener kalo pake baku jatoh’a aneh
    Gila kalo yg dijagain seganteng dan sesexy mereka ci mau-mau aja jadi baby sitter’a dan cerita’a menarik, lucu, seru
    Penasaran rara suka’a ama sapa ya entar? Arsyakah? Adriankah? Ato Alvinkah????

  35. udah nongol nichhh …
    msh enjoy ajahh.. tp heran deh sm alasan mamanya tripelA+ nyuruh si rara jd boysister ..
    jgn2 ada mksd terselubung ni…
    ok di tunggu fighting

  36. cihuyyy akhirnya di post juga wkwk
    udah penasaran banget sama lanjutan cerita nya rara yang beruntung banget kkk~
    tapi disini imajinasiku malah jalan nya ke anak sj macem dh,kh,sw,eh kkk~
    ditunggu next chapter nya eonnie!! 😀 :*

  37. Huwahahahahaha
    okeh ini beneran lawak
    Rara hidup lo bahagia tapi tragis amat kkkkkk

    wah ditunggu aja deh buat kelanjutannya kkkk

    oh ff Dangerously in Love masih ditungguin lloh kkkkk

  38. Lucu banget 😁 . tak kirain kaya kyuhyun eh taunya beda, tapi tak apa ganteng juga kok. Rara semangat buat ngadepin sikembar yaaaa hehehe.
    Lanjut thor udah gak sabaar nih 😀

  39. ini lucu banget sumpah ngakak bacanya.
    gaya bahasanya aku suka eonni,ya memang beda jauh ma bahasa difanfict tpi tetep seru kok eon
    . sebelumnya aku udah sering baca novel teenlit jdi gak aneh aja klau baca ini udah kyak baca novel teenlit yg udah beredar.aku suka keduanya baik itu cerita dengan bahasa tidak baku maupun baku asalkan jangan bulettisasi aja cerita nya,kyak sinetron indonesia hahaha 😀
    ditunggu kelanjutannya eonni 🙂
    #SEMANGAT

  40. Bwahahahhahhahahh
    kasihan si rara di hianatin sama nasya,,,,wkwkwkwk
    ya ampun aku sebel banget kalo leat jojo ,,,,,,,pantesan si nasya jadi uring uringan kalo ketemu si jojo,,,di nyebelin banget

  41. boleh ngakak gk?? xDDDDDD
    hrsnya si rara seneng ya jd baby sitter sikembar,tp sayangnya mel;ihat kejahilan si trilet bkin si rara mikir seribu kli.tp yahh…koplak jg klu udh tua bangka gtu msa hrs diurus sama baby sitter lg…wkwkwkwk…gmna jdnya klu sikembar 3 jatuh hati sama si rara???? jd penasaran..

  42. awalnya aku gak minat sama cerita ini,soalnya udah lama gak baca novel yg gak bebau korea..kesannya aneh
    hahaha gaya banget aku 😀
    tapi setelah baca part 2 dan liat para pemainnya
    jengg jenggg owoooow
    tiba – tiba suka,suka pake bangett
    hehheheehee
    semangat buat kelanjutan cerita ini 🙂

  43. Wkwkwk harus’a seneng tuh si rara.pas bgt yg jd si rara nya aktris itu siape ya nama’a lupa?cast’a kgak ada yg bner somplak semua hahaha ,dtggu next part nya

  44. Uwooo.. makin seru. Aku ngga berenti senyum waktu bacanya. Keren deh pokoknya!! Triple A+ udah 28? o.0 eh si Raranya malah masih 24. Oh ya kak, sdikit review ya dari aku. Agak rancu ama kalimat ini >> Rara masih tak bergeming. Maksudnya si Rara ngga bergerak di tempatnya kan?. Arti kata ‘bergeming’ itu tak bergerak loh kak, jadi ngga usah di bubuhi kata tak. Tapi, maaf kalau salah. Oh ya, nama aku Nabila 98L. Salam kenal^^

  45. “Terus apa kabar sama gue?! Emangnya ‘keperawanan’ gue bakalan 100% terjamin selamat dari cowok-cowok cabul macam mereka?”
    Kata2.nya bikin gue ngakak dohh.. demi apa..

    Lanjut Nta part berikut.nya.. fighting.. ^^*

  46. waaah pengen banget nich jadi RARA (Ngarep.com) dikelilingi 3 cowok guanteng yang sifatnya aneh bin ajaib… pasti seru banget..
    ceritanya tambah seru dipart ini… ayo donk lanjut…Fighting…

  47. ya ampun ngakak bacanya. keren, suka sama jalan ceritanya ringan, lucu, ngak ketebak.
    apalagi karakter gilanya triple A+ sama juteknya rara dicerita ini bikin nagih buat baca part selanjutnya. fighting,, Nta ditunggu banget lanjutanya!,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s