Too Little Too Late (7)

too Little too Late ver 2

Tittle                       : Too Little Too Late

Author                    : NtaKyung

Art Poster              : NtaKyung

Main Casts             : Lee Donghae, Shim Miyoung, Cho Kyuhyun, Lee Haejoon and Other Casts (Find By Yourself)

Length                     : Series [On Writing]

Genre                      : Angst, Family, Romance

Rating                     : PG-15

Disclaimer          : Seluruh cast dalam ff ini adalah milik Tuhan, orang tua dan mereka sendiri! Tapi isi dalam cerita ini semuanya milik saya! So, Don’t BASH!!

DON’T LIKE? DON’T READ! NO BASHING, PLAGIAT? GO AWAY! AND BE GOOD READERS.

©Too Little Too Late©

Miyoung masih terpaku di tempatnya sembari menatap Donghae dan Kyuhyun bergantian. Raut wajahnya berubah bingung, dan sebelum ia dapat mengucapkan sepatah kata, tiba-tiba saja Kyuhyun menarik pergelangan tangannya.

“Ayo, kita pulang!” ujarnya dengan cengkraman yang begitu kuat.

Miyoung semakin bingung dan hendak beranjak dari tempat duduknya, tetapi perkataan Donghae selanjutnya membuat wanita ini menoleh padanya.

“Jadi, kau memilihnya, huh?”

“Hyung!” Kyuhyun menatapnya dengan tajam, mengisyaratkan kakaknya untuk diam.

Donghae tersenyum masam, “Kenapa? Apa kau tidak senang jika dia memilihmu?”

“Hyung!” nada suara Kyuhyun meninggi dan hal itu cukup membuat Miyoung terkejut.

“Cho Kyuhyun, sudah, hentikan!” entah apa alasannya, tetapi Miyoung benar-benar tidak suka dengan nada bicara Kyuhyun terhadap Donghae.

Kyuhyun berbalik menatap wanita itu dan entah apakah ini hanya perasaannya saja atau tidak, tetapi ia merasa seperti Miyoung berusaha untuk ‘melindungi’ Donghae darinya. Dia seolah masih menyimpan rasa yang begitu besar terhadap mantan suaminya itu.

Dalam hati, Donghae pun merasakan hal yang sama. Miyoung seperti tengah membelanya dan entah di sadari oleh wanita itu ataupun tidak, tetapi Donghae masih berharap tentang itu. Berharap jika Miyoung dapat kembali ke sisinya, berharap jika wanita bermarga Shim itu, memang masih menyimpan rasa kepadanya.

“Eomma…” suasana yang awalnya terasa tegang itu, perlahan mencair saat suara serak yang berasal dari mulut Haejoon terdengar. Ia terbangun dan langsung mencari Ibunya, kedua tangannya bergerak mengusap matanya yang masih terasa berat untuk ‘terbuka’.

“Oh, Haejoon-ah, kau sudah bangun?” Miyoung buru-buru menghampirinya dan memeluk bocah itu dengan penuh kasih sayang. Sama halnya seperti bocah se-umurannya, Haejoon awalnya akan merengek setiap kali terbangun dari tidurnya.

Bocah kecil itu sama sekali tak mempedulikan kehadiran Donghae maupun Kyuhyun. Dia hanya tetap bersandar di bahu Miyoung dengan kedua matanya yang masih tampak sayup.

“Kau ingin pulang sekarang?” tanya Miyoung pelan dan di balas anggukan singkat darinya. “Baiklah, ayo…” ia berniat meraih tas sekolah serta jaket Haejoon, tetapi di saat bersamaan, baik Donghae maupun Kyuhyun sama-sama beranjak dari tempat mereka dan bergegas untuk membantu Miyoung.

Kyuhyun memegang jaket dan Donghae memegang tas sekolah. Sementara Miyoung justru terlihat bingung ketika melihat sikap keduanya.

“Aku akan mengantarmu pulang.” Kyuhyun segera berbicara, takut jika Donghae memiliki ide yang sama untuk mengantar Miyoung pulang.

“Huh? Oh.. baiklah.” sahut Miyoung menyetujui, tak ada penolakan sedikitpun.

Donghae tersenyum kecut mendengar jawaban Miyoung yang langsung meng-’iya’-kan ajakan Kyuhyun. Bertolak belakang dengan sikapnya saat dulu Donghae manawarkan sebuah tumpangan untuknya.

“Kalau begitu pulanglah, Haejoon sepertinya kelelahan.” Donghae lantas memberikan tas sekolah itu pada Kyuhyun, lalu tangannya bergerak mengusap lembut kepala Haejoon.

“Ucapkan selamat tinggal pada Donghae Ahjusshi, Haejoon-ah…” ujar Miyoung kemudian, mengabaikan sorot kesedihan yang terlihat dalam tatapan mata Donghae.

Haejoon lantas melambai ke arahnya, “ByeBye, Donghae Ahjusshi…”

“Hm… berhati-hatilah, Haejoon-ah.” sahut Donghae sembari ikut melambaikan tangannya dan tersenyum, sayangnya, senyuman itu terlihat kontras dengan sorot matanya yang sedih.

Miyoung balas menatapnya, mencoba untuk memperlihatkan senyumnya. “Terima kasih karena sudah menjemput dan menemani Haejoon hari ini…” ujarnya tulus.

“Itu bukan masalah. Bukankah sudah sewajarnya aku melakukan hal itu?” Donghae tak bermaksud menyindir Miyoung dengan kata-katanya, tetapi senyuman wanita itu perlahan memudar tatkala mendengar perkataannya.

Kyuhyun sama sekali tak mengatakan apapun. Dia hanya berjalan terlebih dahulu, mencoba untuk mengelak dari kenyataan, bahwa sosok Lee Donghae—yang merupakan kakaknya itu adalah mantan suami dari wanita yang sangat di cintainya, serta dia juga adalah sang Ayah Biologis dari bocah kecil yang sudah sangat di sayanginya seperti anaknya sendiri.

Wanita itu masih bergeming di tempatnya, entah kenapa, perasaan bersalah tiba-tiba saja memenuhi hatinya. Tentang sikapnya yang selama ini merahasiakan kehamilannya, tentang kebohongannya pada Haejoon dan membuat sepasang ‘Ayah-Anak’ yang terikat oleh darah ini, justru harus terpisah dan tak saling mengenal satu sama lain.

“Miyoung-ah, ayo…” Kyuhyun menarik perlahan tubuh Miyoung, mengajaknya untuk segera pergi. Awalnya, Miyoung tampak ragu dan menatap lama sosok Donghae yang berdiri tak jauh darinya, tetapi kemudian ia berbalik pergi tanpa mengatakan apapun,

Donghae mengusap pelan wajahnya lalu menghembuskan nafas panjang, rasa sesak mulai timbul dalam dadanya, terasa menyiksa sekaligus menyakitkan.

Tangannya bergerak menepuk-nepuk dadanya, berharap rasa itu akan segera menghilang dengan sendirinya. “Penyesalan memang selalu datang terlambat, Lee Donghae…” pria ini bergumam pada dirinya sendiri. Hanya membuat rasa penyesalannya semakin dan semakin bertambah besar.

©Too Little Too Late©

Sesampainya di rumah, Haejoon tidak berhenti mengoceh membicarakan kegiatan yang di lakukannya bersama Donghae hari ini. Kebahagiaan jelas terpancar di wajahnya dan baik Kyuhyun ataupun Miyoung, hanya menanggapi perkataannya dengan senyuman kecil, sambil sesekali bertanya untuk sedikit berbasa-basi menimpali perkataannya.

“Eomma! Tadi… Yoonra bilang Haejoon mirip dengan Donghae Ahjusshi!” seru Haejoon bersemangat.

“Oh, benarkah?” Miyoung tersenyum kepadanya, walaupun, lagi-lagi ia harus merasakan hatinya terasa perih ketika mendengar cerita Haejoon itu.

“Ehm!” Haejoon mengangguk cepat, “Yoonra Eomma juga bilang, jika Donghae Ahjusshi adalah Haejoon Appa!” lanjutnya dengan polos, sama sekali tak menyadari raut wajah sang Ibu serta pamannya yang berubah tegang.

Deg!

Ucapan polos Haejoon, sukses membuat Kyuhyun dan Miyoung sama-sama terdiam seribu bahasa. Suasana yang hangat mendadak berubah canggung, Kyuhyun terlihat tak nyaman di tempatnya—bukan, tepatnya, dia merasa tidak nyaman saat mendengar ucapan Haejoon tadi.

“Sepertinya aku harus pulang sekarang.” ia segera beranjak dari tempat duduknya tanpa sedikitpun menoleh pada Miyoung.

“Oh?” Haejoon mendongakkan wajahnya dan ekspresinya pun berubah murung. “Ahjusshi, tidak akan menginap disini?” tanyanya dengan bibir mengerucut.

Kyuhyun menoleh dan tersenyuman kepadanya, tetapi senyuman itu tampak masam dan sedikit terkesan di paksakan. “Ahjusshih harus menyelesaikan pekerjaan..” dustanya.

“Tapi… Haejoon ingin Ahjusshi menginap disini sekarang.” ia merengek dengan sepasang matanya yang mulai berkaca-kaca. “Ahjusshi, jangan pulang!” ujarnya lagi.

Kyuhyun hanya terdiam, di liriknya Miyoung yang sama sekali tidak mengatakan apapun. Padahal, biasanya wanita itu selalu ikut membujuknya untuk tetap di sini.

“Haejoon-ah, biarkan Kyuhyun Ahjusshi pulang. Dia ada pekerjaan lain.” ujar Miyoung tanpa sedikitpun menatapnya.

“Tapi Eomma…”

“Haejoon-ah…” Miyoung memberikan tatapan ‘memperingatkan’ kepada anaknya itu dan Haejoon hanya dapat terdiam dengan wajah cemberut.

Kyuhyun masih terdiam sembari tetap menatap wanita itu. ‘Kau bukan siapa-siapa untuknya, Cho Kyuhyun! Dia hanya tetap menganggapmu sebagai sahabatnya!’ suara batinnya terdengar, membisikkan kalimat menyakitkan itu ke dalam hatinya.

“Kalau begitu, aku pulang sekarang.” Kyuhyun segera meraih kunci mobil serta jasnya dan setelah mengusap singkat puncak kepala Haejoon, ia bergegas untuk keluar dari rumah.

Kyuhyun baru saja akan membuka pintu mobilnya, tetapi suara Miyoung terdengar. “Cho Kyuhyun.” langkahnya sontak terhenti, ia berbalik untuk menatap wanita itu.

Hening. Kyuhyun sama sekali tak mengatakan apapun. Ia terdiam dengan tatapan matanya yang tertuju pada sosok Miyoung, yang sampai saat ini pun masih sama terdiam.

“Jika tak ada yang ingin kau bicarakan, aku akan—”

“Apakah kau masih tetap marah padaku?” Miyoung menyela ucapannya, menahan langkah Kyuhyun yang hendak berbalik kembali.

“Kenapa kau bertanya hal itu padaku?”

“Karena sejak kita kembali dari kantor Donghae tadi… kau… terus mendiamkanku. Jadi… aku pikir… kau masih marah padaku.”

Kyuhyun menoleh arah lain sembari mendengus pelan, “Kau khawatir apakah aku masih marah atau tidak. Tapi… pernahkah kau memikirkan perasaanku kepadamu selama ini?” ia lantas kembali menatap wanita di hadapannya dengan serius.

Wanita bermarga Shim itu tiba-tiba terdiam. Tak dapat membalas perkataannya.

“Untuk kesekian kalinya aku bertanya padamu, Miyoung-ah. Pernahkah… sekali saja, kau memikirkan perasaanku? Bukan sebagai sahabatmu dan juga bukan sebagai adik ipar dari mantan suamimu. Tapi sebagai aku. Cho Kyuhyun, pria yang mencintaimu. Pernahkah kau memikirkannya?”

“Kyuhyun-ah…”

Seulas senyuman kecut, terukir di raut wajahnya yang menyiratkan kesedihan. “Kau tidak pernah memikirkannya. Iya kan?” dan kedua matanya mulai terasa memanas, “Kau bahkan tidak pernah memberikanku sebuah kesempatan… tidak sekalipun, Miyoung-ah.”

Ia menjeda sejenak, menatap Miyoung dengan kedua matanya yang terlihat memerah. “Kau tahu apa alasannya? Karena hatimu selalu tertutup untukku!” ia berucap sembari menunjuk dadanya, kekecewaan tergambar jelas dalam raut wajahnya. “Karena pada kenyataannya… kau tetap mencintai, Lee Donghae. Benarkan?”

“Cho Kyuhyun!” Miyoung akhirnya bersuara setelah cukup lama terdiam, nada suaranya meninggi dan tatapannya pun berubah marah.

“Kau… benar-benar masih mencintainya, hatimu hanya untuk pria itu. Iya kan?”

“Cho Kyuhyun, cukup!” bentak Miyoung emosi, habis sudah kesabarannya. Ia benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa Kyuhyun selalu mengatakan jika dia masih mencintai seorang pria yang jelas-jelas telah mengkhianatinya?!

“Kenapa? Apakah kau merasa terganggu? Apakah kau belum mau mengakuinya? Jika kau memang masih mencintainya! Kau masih men—”

PLAK!

Tamparan yang keras itu mendarat tepat di pipi kanan Kyuhyun, meninggalkan jejak merah di sana. Kyuhyun benar-benar terkejut, tetapi Miyoung jauh lebih terkejut darinya. Wanita ini terkesiap, tak percaya dengan tindakannya sendiri.

“Kyuhyun-ah… maaf, tadi…. aku hanya… aku…”

“Kau tidak perlu meminta maaf padaku. Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu.” Kyuhyun menatapnya sekilas, sebelum akhirnya berbalik dan membuka pintu mobilnya. “Aku akan pergi sekarang.” ujarnya lalu segera masuk ke dalam mobilnya.

Sejujurnya, Miyoung ingin menghentikan pria itu untuk tidak pergi dan mengucapkan kata maaf berulang kali. Tetapi, entah kenapa langkah kakinya terasa berat dan lidahnya pun tiba-tiba saja berubah kelu. Membuatnya hanya dapat terdiam, ketika melihat mobil yang di kendarai Kyuhyun melaju pergi meninggalkan kawasan rumahnya.

©Too Little Too Late©

Suara pantulan basket yang di lemparkan terdengar menggema di lapangan. Pada lemparan pertama, bola gagal di masukkan, lalu ia kembali men-drible bola itu kembali, tetapi lagi-lagi ketika ia melemparkan bolanya, hasilnya meleset dan memantul ke papan atas ring.

Namun, seorang Lee Donghae seperti tak pernah mengenal lelah—tidak, tepatnya pria ini sedang membutuhkan sebuah ‘pelampiasan’ dengan bermain bola basket. Ia lantas kembali memainkan bola basketnya, meskipun keringat telah membanjiri sekujur tubuhnya.

Lagi dan lagi, ia terus melempar bola basket itu, sayangnya semua lemparannya meleset!

“ARGH!”

Dang!

Donghae melampiaskan kemarahannya dengan melempar kasar bola itu dan membuat bola membentur sisi ring hingga menyebabkan bunyi yang cukup keras. Ia lantas membaringkan tubuhnya di tengah-tengah lapangan dengan nafasnya yang tersenggal-senggal.

Kejadian tadi sore terus terngiang-ngiang dalam benaknya, bagaimana Kyuhyun dengan mudahnya membawa Miyoung dan Haejoon pergi dari tempatnya. Bohong, jika dia tidak merasa cemburu dengan posisi Kyuhyun saat ini. Perasaan sesak di dadanya selalu muncul ketika ia mengingat semua kedekatan di antara Kyuhyun, Miyoung dan Haejon. Rasanya, jika ia membayangkannya saja sudah membuat sekujur tubuhnya seperti mati rasa!

“Apa yang kau lakukan dengan berbaring di sini?” suara Kyuhyun terdengar dan entah sejak kapan pria itu telah duduk di sampingnya.

Donghae menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan cepat, “Kau tidak lihat jika aku sedang kelelahan?” sahut Donghae seadanya.

Sikap kedua orang pria ini benar-benar terlihat santai, seolah-olah tak ada kejadian apapun yang terjadi di antara mereka sebelumnya. Benar-benar tidak ada.

“Kau pulang?” tanya Donghae kemudian, ia merubah posisinya dan memilih untuk duduk di samping Kyuhyun, lalu membuka kaleng minuman bersoda yang di bawa Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum dengan sedikit mendengus pelan, “Aku di buang karena menjadi pria egois yang menyebalkan.”

“Huh?” Donghae menoleh padanya, dan ketika ia melihat pipi kanan Kyuhyun yang sedikit memar, ia tampak menggedikkan dagunya sembari meneguk cepat minumannya. “Jadi kau di tampar olehnya? Kenapa?”

“Aku mengungkit masalahnya dengan mantan suaminya dulu.”

Deg!

Pergerakan tangan Donghae yang hendak mendekatkan minuman itu kembali ke mulutnya mendadak berhenti. Perkataan Kyuhyun jelas di tujukan kepadanya, memangnya siapa lagi ‘mantan suami’ yang di maksud Kyuhyun, sudah jelas itu adalah dirinya.

“Oh… jadi?” Donghae berpura-pura tak tertarik dengan percakapan ini, tetapi dari nada suaranya yang berbeda, Kyuhyun jelas tahu jika kakaknya itu mengantisipasi jawabannya.

Kyuhyun menoleh padanya sekilas, lalu meneguk hingga habis minumannya. “Bukan apa-apa. Lupakan saja… itu masalah kami.” jawabnya kemudian.

Donghae sudah bersiap untuk membuka mulutnya dan menanyakan hal lain pada adiknya itu, tetapi di urungkan niatnya itu dan ia lebih memilih untuk diam sambil terus meneguk minumannya sampai habis.

Untuk sesaat, keduanya sama-sama terdiam, larut ke dalam pikiran mereka masing-masing dengan minuman kaleng bersoda yang ‘setia’ menemani mereka. Namun tak berapa lama, suara Donghae terdengar, memecah keheningan di antara mereka.

“Aku akan membuat sebuah pengakuan kepadamu.” perkataan Donghae sukses menarik perhatian Kyuhyun, pria itu menoleh dan menatapnya dengan kening mengkerut.

“Apa maksudmu?”

“Aku menarik kembali semua perkaanku dulu…” ia menjeda sejenak, tatapannya menjadi serius dan tak ada sedikitpun keraguan di sana. “Aku mencintaimu, Shim Miyoung dan aku… menginginkan dia kembali ke sisiku. Bersamaku.. bersama Lee Haejoon.”

Deg!

Pada awalnya, Kyuhyun hanya terdiam tanpa memperlihatkan ekspresi apapun. Tidak ada emosi ataupun kekecewaan yang terlihat dalam raut wajahnya. Namun, sedetik kemudian pria ini tersenyum dan kembali mengalihkan perhatiannya ke arah lain.

Ia tersenyum sembari kembali meneguk minumannya. “Sudah kuduga.” dan hanya kata-kata itu yang terucap dari bibirnya.

©Too Little Too Late©

Sekarang adalah hari sabtu dan itu artinya, Miyoung dapat menghabiskan waktunya selama seharian penuh dengan sang anak tercinta, Lee Haejoon, karena ia libur bekerja.

Tetapi, rencana awalnya untuk mengajak Haejoon ke taman hiburan di Pusat Kota, tiba-tiba saja berubah total, ketika Nenek Haejoon—mantan mertuanya, meminta mereka berdua untuk datang dan menghabiskan liburan akhir pekan di rumahnya.

“Ini adalah mimpi buruk!” Jaehee berkomentar. Dia telah datang ke rumah Miyoung sejak 1 jam yang lalu, tadinya ia berniat untuk menemani Miyoung bermain dengan Haejoon hari ini. Tetapi, tidak tahunya Miyoung menerima telepon dari sang ‘mantan mertua’ dan alhasil rencana merekapun berubah gagal total!

Miyoung merenggut pelan, tetapi ia tetap bergerak kesana-kemari, mempersiapkan segala kebutuhan yang harus di bawa Haejoon dan juga dirinya.

“Kenapa kau tidak menolaknya saja?!” ujar Jaehee, terlihat sedikit kesal karena rencananya harus berubah total. Tetapi, sebenarnya, ia lebih merasa kesal karena dia tahu jika di rumah sang ‘mantan mertua’ Miyoung itu, pastilah ada si pria brengsek itu! Well, siapa lagi jika itu bukan Lee Donghae?

“Aku tidak mungkin menolaknya! Dia sudah lama tidak menemui Haejoon dan aku yakin, Haejoon pun pasti sudah sangat merindukan Kakek dan Neneknya.” sahut Miyoung dari dalam kamarnya dan tak berapa lama ia keluar dengan membawa beberapa pakaiannya dan pakaian Haejoon, lalu memasukkan pakaian-pakaian itu ke dalam koper kecil miliknya.

“Lalu, jika kau pergi kesana, apa yang akan kau lakukan? Bagaimana caramu menghadapi kedua kakak beradik itu, eoh?” Jaehee kembali bertanya. Wanita ini benar-benar tak habis pikir dengan sikap Miyoung yang selalu mendengarkan ucapan ‘mantan mertuanya’ itu.

Miyoung terdiam, tampak berpikir. “Aku…”

“Kau bahkan tidak memikirkan sampai sejauh itu, iya kan?” timpal Jaehee dengan gemas. Ya tuhan, bagaimana bisa sahabatnya ini selalu terjatuh ke dalam lubang yang sama?! Jelas-jelas, kedua pria tampan itu menaruh perasaan terhadapnya!

“Ah, sudahlah… aku akan memikirkannya nanti. Sekarang, kita harus segera berangkat.”

“Kita?” Jaehee menaikkan alisnya.

Miyoung mengangguk singkat, “Tentu, kita. Kau akan ikut dengan kami kan?”

What?! No!” dan jawaban Jaehee langsung membuat Miyoung melebarkan kedua matanya. “Aku tidak mungkin bertemu dengan si brengsek itu! Bisa-bisa, ketika kita bertemu nanti, tanganku terasa gatal untuk menghajarnya!”

“Apa? Lalu… jika kau tidak akan ikut, untuk apa kau datang sejak tadi?!”

“Untuk mengomeli kebodohanmu yang merubah rencana awal kita, tentu saja.” jawaban Jaehee yang santai itu, justru membuat Miyoung mendengus keras. “Ya! Aku melakukan hal yang benar dengan datang kemari, aku hanya berusaha mengingatkanmu untuk tidak tidur secara bersamaan dengan kedua pria itu, arratchi?!”

“A-apa?!” kedua mata Miyoung mengerjap tak percaya. “YA!” teriaknya.

“Haejoon-ah, ayo kita berangkat!” Jaehee melengos pergi dan berpura-pura mengabaikan teriakan Miyoung itu.

©Too Little Too Late©

Jaehee benar-benar tidak datang menemani Miyoung untuk mengunjungi rumah ‘mantan mertuanya’ itu. Beruntung, ketika dia datang dan di sambut oleh mereka, tak ada Kyuhyun ataupun Donghae di sana. Sepertinya mereka sedang ada urusan di luar.

Setelah mereka datang, kedua ‘makhluk’ paruh baya itu segera ‘mensabotase’ Haejoon dan mengajaknya bermain seharian di halaman belakang rumah mereka yang luas. Sementara itu, Miyoung yang awalnya ikut bermain, akhirnya memilih untuk beristirahat di dalam kamar yang telah di sediakan oleh Ibu mertuanya, karena kepalanya yang mendadak terasa pusing.

Perlaha-lahan Miyoung mulai terlelap dalam tidurnya, memasuki alam bawah sadarnya. Namun, di tengah dunia mimpinya yang indah. Ia merasakan sebuah sentuhan lembut di bibirnya dan ketika ia berusaha membawa dirinya untuk terbangun dari tidur lelapnya, samar-samar dengan kedua matanya yang masih terasa berat, ia melihat sosok punggung seorang pria yang menjauh darinya.

Dan dia tahu siapa pemilik punggung itu.

©Too Little Too Late©

“Hey, nona! Bangunlah! Kau sudah tertidur lebih dari 2 jam!” sebuah suara yang terdengar familiar di telinganya, membuat Miyoung terbangun dan pelan-pelan membuka matanya, mendapati sosok Cho Kyuhyun yang entah sudah sejak kapan telah duduk di sampingnya.

“Oh, Kyuhyun-ah!” dia segera beranjak dari posisi tidurnya sembari mengusap wajahnya, “Kupikir kau sedang pergi keluar..” ujarnya sembari mengikat rambutnya yang terurai, lalu ia duduk sambil bersandar.

“Aku sudah kembali sejak 1 jam yang lalu. Aku tidak melihatmu bermain bersama Haejoon, Appa dan Eomma, jadi aku mencarimu kemari… kau tidak marah?”

Miyoung menggeleng cepat, masih dengan raut muka mengantuk khas seseorang yang baru saja bangun. “Tidak.. tentu saja tidak.” ia mengerjap sesaat, sebelum akhirnya menatap pria di hadapannya ini. “Bagaimana dengan wajahmu? Apa aku menamparmu terlalu keras?” tanyanya kemudian.

Kyuhyun terkekeh pelan dan menggeleng singkat, “Tidak.. aku pantas mendapatkannya.”

“Coba kulihat,” tangannya terulur dan menarik dagu Kyuhyun, mencoba mengecek bekas tamparannya kemarin malam. “Ya tuhan! Pipimu memar! Apa yang harus kulakukan.. ck, aku pasti menamparmu dengan keras, iya kan?”

Sekali lagi Kyuhyun tersenyum, senang karena sepertinya Miyoung sudah melupakan apa yang di katakannya tadi malam. Well, dia memang tak berniat memperpanjang masalah itu.

“Hey… sudahlah, aku tidak apa-apa…”

“Tapi pipimu memar!”

“Ini hanya luka kecil… aku tidak akan mati hanya karena luka kecil seperti ini!”

“Tapi tetap saja itu memar, Cho Kyuhyun! Ck.. apa yang harus kulakukan…”

Melihat reaksi Miyoung yang panik sekaligus cemas, Kyuhyun tak dapat menahan dirinya untuk terus tersenyum. “Kalau begitu… berikan aku satu ciuman dan memarnya pasti akan segera menghilang!” canda Kyuhyun sembari menunjuk-nunjuk pipinya yang memar.

“Apa? Ya! Kau mau mati?!” Miyoung melotot padanya dan langsung meraih bantal yang ada di dekatnya, lalu ia mulai ‘menghadiahi’ pria itu dengan pukulan bertubi-tubi.

“Y-ya… aku hanya bercanda!” Kyuhyun berusaha mengelak pukulannya sambil tertawa.

Tanpa kedua orang ini sadari, sosok Donghae berdiri tak jauh di ambang pintu yang sedikit terbuka. Dari sana, ia bisa melihat dengan jelas bagaimana kedekatan di antara Kyuhyun dan Miyoung, dan lagi-lagi, rasa sakit itu menghampiri dadanya, menyiksanya dengan rasa sesak yang semakin lama semakin bertambah menyakitkan.

©Too Little Too Late©

Hari sudah menjelang sore dan Miyoung segera mengajak Haejoon untuk mandi. Satu fakta unik tentang bocah menggemaskan itu, dia benar-benar sangat sulit untuk di suruh mandi jika bukan Miyoung yang langsung membujuknya.

Dengan boneka karet berbentuk bebek dan robot kecil yang selalu menemaninya, Haejoon tampak asyik bermain air di dalam bathub yang di penuhi busa bergelembung. Sementara itu, Miyoung tampak hati-hati mengeramasi rambutnya, takut jika busa dari shampoo-nya akan mengenai mata Haejoon.

“Eomma…” panggil Haejoon kemudian.

“Eoh?”

“Tadi.. saat Eomma tidur, Donghae Ahjusshi datang ke kamar Eomma dengan Haejoon.” ia menjelaskan dengan pelafalan katanya yang tidak terlalu sempurna. Tetapi, bocah kecil itu sama sekali tidak menyadari dengan reaksi sang Ibu yang mendadak berubah tegang.

“Oh.. be-benarkah?” tangannya meraih sebuah shower dan membersihkan rambut Haejoon dari busa-busa tersebut.

“Ehm.” Haejoon mengangguk sembari memainkan robot di tangannya. “Lalu… Donghae Ahjusshi juga mencium Eomma, sama seperti pangeran yang mencium putrinya!”

DEG!

Bagaikan mendapat kejutan dua kali, sekujur tubuh Miyoung seketika membeku. Tatapan matanya bergerak gelisah dan gerakan tangannya pun terhenti.

‘Jadi… itu… bukan mimpi?’

<Flash Back Start>

“Haejoon-ah, dimana ibumu?” Donghae bertanya ketika melihat Haejoon yang berlari-lari di sekitar halaman belakang rumahnya. Baik Ibunya ataupun Ayahnya sudah sama-sama tahu jika Donghae telah mengetahui Haejoon sebagai Ayahnya.

Sayangnya, mereka berdua pun bingung, dengan bagaimana caranya memberitahu Haejoon jika Lee Donghae adalah Ayahnya. Wajar saja, Lee Haejoon adalah anak berusia 5 tahun yang masih sulit mengerti beberapa hal. Penjelasannya pun pasti akan berbeda dan jauh lebih rumit, namun mudah di pahami oleh bocah sekecil itu.

“Eomma tidur dikamarnya, dia pusing.” sahut Haejoon kemudian, masih asyik berlari-lari dengan pesawat terbang di tangan kanannya.

“Benarkah? Kalau begitu, bisakah Haejoon mengantar Ahjusshi kesana?” tanya Donghae lagi yang langsung di balik anggukan cepat dari bocah kecil menggemaskan itu.

“Siap, komandan!” ujarnya, mengikuti gaya seorang prajurit yang selalu ia lihat di tv-tv.

Donghae hanya tersenyum geli ketika melihat tingkah laku anaknya yang menggemaskan itu. Ia lalu mengikuti Haejoon yang kembali berlari terlebih dulu, lalu mulai menaiki anak tangga. Beberapa pelayan hendak mengikuti bocah itu, tetapi Donghae memberi isyarat untuk tidak mengikutinya dan ia buru-buru mengejar langkah Haejoon.

“Sst.. Eomma tidur di dalam.” Haejoon segera meletakkan telunjuknya di depan mulutnya ketika mereka tiba di depan pintu kamar.

“Ahh… arraseo. Ayo kita pelan-pelan masuk ke dalam…” ujar Donghae kemudian, dengan suaranya yang setengah berbisik.

Mereka kemudian masuk ke dalam dan hal pertama yang di lihat Donghae saat itu adalah sosok wanita yang tengah tertidur pulas di atas ranjangnya. Ia terlihat damai dan tenang, begitu cantik dan mempesona di waktu yang bersamaan.

Perlahan, Donghae berjalan mendekati Miyoung dan ketika dia telah berdiri di sisi ranjang, salah satu tangannya bergerak menyentuh rambut Miyoung yang terurai. Perlahan-lahan, ia mengusap lembut kepalanya dan tatapan matanya tertuju pada wajah terlelap Miyoung yang begitu terlihat tenang.

“Aku seperti kembali ke masa lalu. Andaikan… aku dapat memutar kembali semuanya…” ia berbisik dalam hatinya dan lambat laun, wajahnya bergerak mendekati wajah Miyoung, lalu tanpa berpikir jika ada bocah kecil berusia 5 tahun yang ada di dekatnya saat ini.

Lee Donghae, mendaratkan satu kecupan lembut di bibir Miyoung. Tak lama, hanya ciuman sekilas namun terasa begitu lembut dan manis.

“Haejoon-ah, ayo kita kembali bermain di luar…” ajaknya kemudian, setelah sebelumnya ia mencium bibir Miyoung di hadapan bocah kecil itu.

“Oh?” Haejoon menoleh padanya, lalu mengangguk dengan bersamangat, “De!” ia berseru antusias, lalu bocah kecil itu kembali berjalan terlebih dulu untuk keluar dari dalam kamar.

Sekilas Donghae menoleh ke belakang untuk kembali menatap wajah tenang Miyoung yang masih terlelap dalam tidurnya. Senyuman kecil lantas menghiasi sudut bibirnya, lalu ia pun berbalik dan berjalan keluar dari dalam kamar, sama sekali tidak menyadari jika Miyoung sempat membuka kedua matanya untuk beberapa saat.

<Flash Back End>

Makan malam hari ini di penuhi tawa Tn.Cho dan Ny.Lee serta ocehan Haejoon yang tak ada hentinya membicarakan teman-temannya di sekolah. Namun, suasana hangat itu justru tak terasa untuk ketiga orang dewasa yang terlihat sebuah hubungan yang rumit itu.

Miyoung tak henti-hentinya menatap Donghae, sesekali ia mendesah berat dan berusaha untuk tersenyum saat menanggapi perkataan Haejoon. Sementara Donghae berpura-pura mengabaikan tatapan wanita itu, Kyuhyun justru menyadari atsmosfir tak mengenakan itu. Ia memperhatikan Donghae dan Miyoung secara bergantian, bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka.

Waktu menunjukkan pukul 20.00, ketika suara bel berbunyi dan tanpa di sangka, ternyata Jaehee dan Jungsoo datang mengunjungi mereka.

“Kupikir, kau tidak akan datang kemari!” ujar Miyoung saat melihat Jaehee, “Dan kenapa kalian bisa datang bersama?” ia menoleh pada Jungsoo yang berdiri di samping Jaehee.

Jungsoo menghela nafas panjang, “Gadis di sampingku ini tiba-tiba saja mengajakku pergi, awalnya kupikir dia mengajakku untuk berkencan.. tidak tahunya, dia menyuruhku untuk mengantarnya kemari.” sahutnya malas.

“Benarkah?” Miyoung tertawa mendengar penjelasan Jungsoo

“Diamlah!” ujarnya sembari menyikut pelan perut Jungsoo, “Aku takut kau terjebak dalam lingkaran hitam yang menyesatkan, karena itu aku datang!” lanjutnya, lalu ia mengangkat sekantung kresek hitam di hadapan Miyoung. “Ayo kita sedikit berpesta?”

©Too Little Too Late©

Hari sudah semakin malam, tetapi Donghae, Kyuhyun, Miyoung, Jungsoo dan Jaehee justru terlihat duduk berkumpul di halaman belakang rumah. Tn.Cho dan Ny.Lee memilih untuk menemani Haejoon di kamarnya dan membiarkan mereka semua merasa lebih leluasa tanpa adanya orang tua ataupun anak kecil di sekitar mereka.

“Oh? Sepertinya aku lupa untuk membawa pembuka botolnya…” ujar Jungsoo, ketika tidak menemukan pembuka botol.

“Ck, kau ini!” Jaehee mendengus pelan, bersiap untuk merutuki pria yang notabene adalah atasannya itu, tetapi Donghae tiba-tiba saja beranjak dari tempatnya.

“Aku akan mengambilnya di dapur. Tunggu sebentar.” ujarnya seraya berjalan pergi dan tanpa di sadari oleh yang lain, Miyoung tampak memperhatikan pria itu sebentar.

“Err… sepertinya aku harus melihat Haejoon di dalam sebentar.” ujarnya, segera beranjak dari duduknya dan bergegas masuk ke dalam.

Kyuhyun menoleh padanya, menyadari jika Miyoung tengah menyimpan sesuatu darinya. Apakah ada sangkut pautnya dengan Donghae? Karena, jika dia perhatikan sejak makan malam tadi, Miyoung tak berhenti untuk memperhatikan gerak-gerik Donghae.

Di sisi lain, Miyoung rupanya tidak pergi untuk menemui Haejoon di kamarnya, melainkan ia berjalan menuju dapur dan menemukan Donghae yang baru saja menemukan pembuka botol minuman di laci kedua.

“Oh, Miyoung-ah… ada apa?” tanya Donghae, baru menyadari kehadiran wanita itu.

Awalnya Miyoung hanya terdiam sembari terus menatapnya, tetapi pada detik selanjutnya ia berbicara, “Apa yang kau lakukan di kamarku tadi siang, Donghae-ssi?”

Mendengar pertanyaan Miyoung, Donghae tiba-tiba saja menarik sudut bibirnya ke atas, membentuk seringaian kecil. “Ahh… jadi itu alasanmu memperhatikanku sejak tadi?”

“Aku tidak ingin berbasa-basi denganmu! Cukup katakan, apa maumu?!” ucap Miyoung tegas, tatapan matanya tampak serius.

Donghae terdiam sejenak dan menyandarkan tubuhnya pada lemari es di sampingnya. “Ck, tidak perlu di besar-besarkan! Aku hanya berpikir kau sangat cantik saat tertidur… karena itu, aku menciummu. Apakah itu masalah besar untukmu, Miyoung-ah?” jawabnya santai.

“Apa?” Miyoung menyipitkan matanya, tersinggung dengan kata-kata Donghae. “Bagimu, ciuman itu memang bukan masalah besar! Tapi.. ya! Itu masalah besar untukku!” ujarnya dengan penuh penekanan. “Apa kau tidak sadar, betapa aku sangat membencimu, Lee Donghae?!”

Donghae tersenyum, sama sekali tak terpengaruh dengan perkataan Miyoung. “Aku tahu, karena itu… aku menciummu saat kau tidur, agar kau tidak mengetahuinya.”

“Kau brengsek!”

“Apa kau baru mengetahuinya sekarang?”

Miyoung mendengus keras, terkejut dengan semua jawaban Donghae yang hanya semakin memperjelas, jika pria itu memang seorang pria brengsek! Kedua matanya memerah, entah apa alasannya, tiba-tiba saja ingin rasanya ia menangis, tetapi di tahannya semua itu.

“Kupikir kau sudah berubah, ternyata tidak… kau memang tetap brengsek, Lee Donghae!”

Wanita itu lantas berbalik, hendak pergi meninggalkannya, tetapi langkahnya tertahan dan ia kembali berbalik untuk menatap Donghae. “Cepat atau lambat, aku akan menceritakan siapa kau sebenarnya pada Haejoon. Tapi kumohon… berhentilah mengusik kehidupanku! Karena setiap kali kau berada di dekatku, itu hanya membuatku merasa frustrasi dan sulit untuk bernafas!” dan setelah itu, ia berjalan pergi meninggalkan Donghae.

Donghae masih terdiam di tempatnya ketika melihat punggung Miyoung yang perlahan-lahan mulai menjauh dari pandangannya. Dan ketika ia meyakinkan jika wanita itu telah pergi, lambat laun senyuman di wajahnya memudar dan ia pun memegang erat sisi wastafel yang ada di dekatnya.

‘Aku membencimu, Lee Donghae’

‘Karena setiap kali kau berada di dekatku, itu hanya membuatku merasa frustrasi dan sulit untuk bernafas!’

Kata-kata Miyoung terus berputar-putar dalam otaknya dan untuk kesekian kalinya, rasa sesak itu kembali datang. Ia segera memutar kran airnya dan membasuhkan air tersebut ke wajahnya beberapa kali. “Bukan hanya dirimu yang terluka Miyoung-ah… aku… aku lebih terluka di sini.” lirihnya dengan raut wajah frustrasi sekaligus terluka.

©Too Little Too Late©

“Bagaimana kalau kita bermain Truth or Dare?” Jungsoo mengusulkan idenya, merasa bosan karena suasana canggung di antara mereka.

“Hm, tidak buruk… aku ikut!” Kyuhyun mengangguk singkat.

“Aku juga.” sahut Jaehee sembari mengangkat salah satu tangannya.

“Oke… dan kalian berdua?” Jungsoo menatap Donghae dan Miyoung secara bergantian, sejak kedatangan mereka tadi, keduanya lebih banyak memilih diam.

“Aku ikut.” jawab Donghae.

“Miyoung-ah?” Jaehee menoleh padanya karena wanita itu masih tetap diam, seperti ada hal lain yang sedang di pikirkannya sekarang.

“Baiklah… aku juga ikut.” sahut Miyoung kemudian.

“Oke! Kita akan putar botolnya, yang mendapat bagian depan botol akan menjadi ‘korban’ dan yang mendapat bagian belakang akan menjadi si penantang. Bagaimana?”

Call!” Kyuhyun dan Jaehee menjawab bersamaan, sepertinya hanya mereka bertiga yang benar-benar antusias dengan permainan ini. Tidak seperti Donghae ataupun Miyoung.

Untuk putaran pertama, Jungsoo yang melakukannya.

Botol berputar cepat, perlahan-lahan melambat dan tanpa di duga, bagian belakang botol mengarah pada Jungsoo sendiri sementara bagian depan botol mengarah pada Jaehee.

Assa! Truth or Dare, Ladies?” tanya Jungsoo sembari menaik-naikkan kedua alisnya.

“Ya! Ini tidak adil! Kau pasti merencanakannya, iya kan?” Jaehee tak setuju jika harus dia yang menjadi ‘korban’ pertama permainan ini.

“Hey… aku bermain jujur. Benarkan?” ia melirik Kyuhyun dan Donghae secara bergantian dan kedua pria itu mengangguk sambil tersenyum, membuat keadaan Jaehee terpojok.

Haish… kalian hanya komplotan pria tak berguna!” gerutu Jaehee.

Truth or Dare?” Jungsoo bertanya sekali lagi.

“Baiklah… baiklah… aku memilih tantangan!” seru Jaehee acuh tak acuh.

“Benarkah? Hm… baiklah, kalau begitu… kau harus menciumku!”

“APA?!” pekik Jaehee spontan, ia menatap Jungsoo dengan kedua matanya yang melebar. “YA! Kau mau mati di tanganku, huh?” ancam Jaehee, bersiap mencengkram leher Jungsoo.

“Oh ayolah, Jaehee-ya… ini hanya sebuah permainan! Lagipula, jika tidak seperti ini.. tidak akan menyenangkan. Iya kan?” lagi-lagi Jungsoo melirik kedua pria lainnya.

“Tapi—”

“Sudahlah, cium saja!” Donghae ikut memprovokator.

“Cium! Cium!” Kyuhyun ikut-ikutan mendukung, sementara Miyoung hanya tersenyum dan mengisyaratkan Jaehee untuk melakukan tantangannya.

“Waah… kalian benar-benar keterlaluan!” Jaehee menatap tak percaya pada sekelilingnya, sepertinya mereka semua mendukung rencana Jungsoo, benar-benar keterlaluan!

“Bagaimana? Apa kau tidak berani melakukannya?” cibir Jungsoo.

“Huuuu~~” dan sorakan itu berasal dari Donghae dan Kyuhyun, sepertinya kedua pria ini senang membuat posisi Jaehee terpojok.

“Ahh… sepertinya kau tidak berani. Sudahlah… kita lupakan saja!” Jungsoo menoleh arah lain dan bersiap untuk kembali memutar botol tersebut, tetapi tangan Jaehee menahannya.

“Aku akan melakukannya!” putus Jaehee, dia tak ingin harga dirinya ‘hancur’ di hadapan mereka semua, terutama di hadapan Park Jungsoo!

Jungsoo tersenyum ragu kepadanya, “Benarkah? Kau yakin?” tanyanya, di perhatikannya Jaehee yang saat ini terlihat gugup setengah mati.

“T-tentu saja! T-tapi hanya di pipi! Tidak lebih!”

“Baiklah…” Jungsoo mendekatkan wajahnya pada Jaehee dan wanita itu terlihat melebarkan kedua matanya. “Lakukan sekarang…”

Jaehee sebenarnya enggan untuk melakukan hal itu, tetapi ia sudah terlanjur menyanggupi dan mau tak mau, dia harus melakukannya. Maka, perlahan-lahan Jaehee mendekatkan bibirnya pada pipi Jungsoo, berniat untuk menciumnya secepat mungkin.

Tapi…

Chu~~!

Jungsoo menoleh bertepatan ketika Jaehee hendak mendaratkan bibirnya di pipi Jungsoo dan yang terjadi adalah bibir mereka justru yang bersentuhan, mencicipi manisnya bibir masing-masing.

“Whoaaaaaa!” baik Kyuhyun, Donghae ataupun Miyoung, menyoraki kedua orang itu dan ketika sadar jika dia baru saja berciuman dengan Jungsoo, Jaehee buru-buru menjauhkan wajahnya.

“Kau sengaja melakukannya!” gerutu Jaehee sambil menunjuk Jungsoo kesal.

“Ck.. aku tidak sengaja. Tadi kau terlalu lama, jadi kupikir kau tidak jadi menciumku…” dusta Jungsoo, padahal jelas-jelas dia melakukannya dengan sengaja. Benar-benar licik!

“Baiklah… baiklah… sekarang aku yang akan memutar botolnya!” Donghae yang duduk di samping Jungsoo, segera bersiap untuk memutar botol tersebut.

“Oke!” Jungsoo menanggapi dengan ceria, tidak mempedulikan Jaehee yang duduk di sisi lainnya dan masih terlihat kesal setengah mati padanya.

Botol kembali berputar dan kali ini, bagian depan botol mengarah pada Donghae sementara bagian belakang mengarah pada Miyoung.

“Baiklah, Truth or Dare?” ujar Donghae to the point.

Miyoung tampak berpikir sejenak, jika memilih tantangan, ia takut terlalu beresiko, jadi dia pikir mungkin memilih kejujuran tidak ada salahnya. Toh, ia tidak memiliki rahasia apapun.

Truth.” Miyoung menjawab dengan yakin dan Jaehee terlihat menyeringai kecil, sepertinya dia memiliki sebuah rencana.

Donghae tampak tersenyum kecil dan sesaat ia melirik Kyuhyun yang duduk di samping Miyoung. “Kalau begitu, katakan di hadapan kami semua, apa arti seorang Cho Kyuhyun untukmu?” tanyanya kemudian, yang sontak membuat suasana di tempat itu mendadak menjadi hening.

“Apa?” Miyoung mengerjap, terkejut dengan pertanyaan Donghae.

“Kenapa? Bukankah itu mudah?” Donghae tetap tersenyum, seolah-olah dia melakukan semua ini hanya untuk bersenang-senang tanpa sedikitpun mempedulikan perasaannya.

Sadar, jika Miyoung tidak mungkin dapat menjawabnya, Kyuhyun lantas tersenyum dan berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba saja terasa canggung itu. “Hey… pertanyaan macam apa itu? Ganti saja pertanyaannya!”

Donghae menoleh padanya, lalu menaikkan kedua bahunya dengan tak acuh. “Oh ayolah.. bukankah ini hanya sebuah permainan?” ujarnya kemudian.

“Hyung!” Kyuhyun menatapnya tajam, memperingatkan Donghae untuk tidak berlebihan dan membuat Miyoung semakin terpojok.

“Kenapa? Apakah—”

“Aku akan menjawabnya.” sela Miyoung cepat, memotong ucapan Donghae dan sekali lagi pria itu tersenyum kepadanya.

“Kalau begitu katakanlah.” suruhnya dengan kedua tangannya yang terlipat di depan dada.

Miyoung tak segera menjawab, di liriknya Kyuhyun yang menatapnya khawatir. Kyuhyun benar-benar tak ingin membuat Miyoung terluka dengan kembali membahas masalah ini.

“Aku menganggapnya sebagai seseorang yang sangat berarti untukku.” jawabannya sontak membuat Kyuhyun terkejut, Jaehee dan Jungsoo tampak tersenyum dan begitupun dengan Donghae, tetapi tidak dengan sorot matanya yang tampak menyiratkan kesedihan.

Lalu, Miyoung kembali melanjutkan kata-katanya. “Tidak sebagai seorang sahabat ataupun paman dari anakku. Melainkan… sebagai Cho Kyuhyun. Seorang pria yang kukenal. Pria yang kutahu… mencintaiku dengan sepenuh hatinya.”

Dan senyuman di wajah Donghae seketika memudar, jantungnya seperti berhenti berdetak dan seolah ada ribuan benda tajam yang menancap dalam hatinya, membuat luka di dalam hatinya semakin bertambah besar.

To Be Continued…

Note : Hai… Hai… I’m comming agaiiin… mana suaranya nih My Lovely Readers? #eaaaa XDD Hayoo… siapa yang ada di Side Cho Kyuhyun mana yang di Side Lee Donghae nih?? Muehehehehe oh dan maafkan aku Donghae-ya, suami lagi militer bukannya di buat FF yang baik-baik atau special.. ini malah di buat merana… ampyuuuuun >w< LOL

Oke, no bashing yaa guys… komentar dan sarannya aku tunggu… Thank youuu ^o^

Iklan

120 thoughts on “Too Little Too Late (7)

  1. Owhhhhh kyuhyun pasti mlayang dger kata2 miyoung. Moga aja miyoung mantap milih kyu, maafin saya hae krn senang di atas dukamu. Hehehehhee

  2. onnieeeeeee pleaseeee segeralah munculkan haneullll oh tidaaaaak miyoung hanya untuk donghae seorang hhhhaha
    dan eey eey hae curi2 kesempatan kisseu miyoung pas lagintidur kkkk
    dan ga tau kenapa imy yakin eon apa yg miyoung ucapkan tidak sepenuhnya dri hati dia mungkin miyoung lg emosi kali ya hhihi tauuu kooo miyoung masih sangan cinta sama hae cieeee kkk cuma ya itu hhihi

    kereeen eon lanjuuut

  3. please jangan membuat kyuhyun terhempas setelah ini..u…u… miyoung semoga kau tulus menjawab pertanyaan itu..kalo ngga aku pasti kecewa sama miyoung php in Kyuhyun..

  4. omg….donghae nyari mati apa nanya macem gitu ck,,jungsoo seneng tuh di cium jaehee hehe….btw,, semoga hubungan dongek n miyoung baikan n cepet” kasih tau haejoon siapa bapaknya yg sebenernya….
    figthing nta eonnie buat nulis kelanjutannya :)……

  5. Donghae sih terlalu bertele-tele! Jadi kan Miyoung males sama kamu :3 tapi emang takdirnya ini ff masih panjang sih jadi di buat galau dulu dengan cinta segitiga mereka 😀 ditunggu banget banget banget ini ff mah kak :*

  6. Yoo lee donghae lee donghae *bawa spanduk demo*
    Kalo di blog ini aku dukung pasangan donghae-miyoung, maafkan saya cho kyuhyun 😀
    Aaaah indahnya jdi miyoung di rebutin 2 cowo kece kekeke
    Semoga di part berikutnya ada bagian romantis donghae-miyoung, tambah 1 cast lgi deh author buat si presdir cho hahaha…
    Di tunggu part selanjutnya author, fighting 🙂

  7. Ya ampun… ceritanya makin greget. Suka bgt deh FF ini, konfliknya tidak berat banget sehingga membuat nyaman untuk di baca, dan karakternya juga bagus. Ntah ke apa semakin ke sini semakin suka dengan Kyuhyun, ayolah Minyoung semoga yg kau katankan adlh kejujuran. Rasanya sekian lama Kyuhyun juga tersiksa dgn cintanya. Suka bgt karakter Kyuhyun di sini.

  8. antara hae n kyu…sama2 dilema gk bisa milih salah satu klo dilihat dr cerita panjangnya kehidupan miyoung.
    tp klo dilihat dr couple awal…aq gk bisa move on dr hae-miyoung.
    di side nya jungsoo aja dech…sbg new couple dgn jaahee yg gokil n bikin suasana jadi rame .

  9. Huwaaa 😥 Apa-paan ini 😦
    Hiks, gue tambah galau bacanya
    Sumpah gue nangis kenceng beud
    Thor, kau menghancurkan hatiku
    Next, bnyakin momen haeyoungnya ! Please

  10. antara hae n kyu…sama2 dilema gk bisa milih salah satu klo dilihat dr cerita panjangnya kehidupan miyoung.
    tp klo dilihat dr couple awal…aq gk bisa move on dr hae-miyoung.
    di side nya jungsoo aja dech…sbg new couple dgn jaehee yg gokil n bikin suasana jadi rame .

  11. It miyoung blng ky gth dr hati y ap/cma mw bktiin k donghae klo dia udh pindah klain hati 😣 sm miyoung g bkn hati kyu hncr lg dgn kta2 y???
    Q tkut y miyoung muji kyu tp nanti d akhir y jtuhin & sktin kyu???

  12. gag tau kenapa.. atau mungkin efek dari blog sebelahh.. ahahahahag
    tapi aku jur kalo pilihh kyu aja.. hahahaha pengorbanan kyu udah terlalu besar buat miyoung.. sama kyu aja.. hahaha

  13. aduh TBC nya kenapa di situ sih,,,,,,, penasaran nih siapa yang bakal di pilih miyoung dan kusus buat donghae nih apa uda nyessel ceraiin miyoung dulu, uda pasti nyessel tuh dan buat kyun senneng tuh miyoung bilang kaya gitu mmmmm gue jadi bingung mesti di kubu mana????? donghae apa kyun yahh

  14. aku pilih gembul kyu yg dewasa…kn donghae dlu udh prnh am miyoung jd gantian skarang adeknya haha..cie yg dpt kata2 dr miyoung yg udh danggap orng pling brrt n seorang pria…aw aw aw romantis ah

  15. Aaaaaaa makasih kaka dah di lnjtin ini y
    huuuuh ngrasa tegang bgt pas bertiga lagi brg,jujur sya jga ngrasa sesek pas donghae di abaikan bgtu,pa lgi sblm tbc y duuuuuuh kasian bgt kesayangan q itu.
    jgn bkn merana trus doonk kaka,bkn mrka berstu lgi pliiiiiiiis yah yah

  16. Yah tbc nya ganggu, jujur aku bingung kalo di suruh milih donghae atau kyuhyun yg sama minyong, ah nan molla liat aja nanti ahir nya minyong sama siapa

  17. Baca nih ff sampe berlingang air mata nih…
    Sumpah feel nya dpet banget, kagak tahan nahan nih air mata…
    Kasihan banget ama donghae, walupun dulu salah dia juga, tp berharap nnti nya minyoung ama donghae lagi, soal nya kan si kyu org nya tegar, beda ama donghae yg polos and cengeng, wkwk
    ngk deh…
    Tp emg nyesek liat donghae disini… Udah sama anak nya kyk gitu, walaupun hubungannya emg masih baik2 aja ama anak nya, tp klu denger kata2 kyk gitu ttg kyu pasti sesak banget…
    Sma minyoung juga gitu…
    Sebenarnya agak bingung ama minyoung disini, dia sebensrnya itu suka ama siapa sih… Kdang mikir nya ke kyu, tp kadang kala ama donghae,,, tp tetap beharap ama donghae ya akunya…
    Lagian si donghae suka nanya2 yg jawabannya itu pasti selalu nyakitin hati nya dia sendiri…
    Part berikutnya cepet update dong kak… Ngk sabar baca kelanjut an nya soal nya, hehe
    faighting

  18. Minyang ama donghae aja lh ya…
    Biar haejoon nya keluarga nya lengkap semua… Lengkap dalam artian sma ortu kandung nya…
    Lagian sekali2 kyu ngalah ngk apa lh ya… Kali ini ikhlasin aja minyoung ama donghae, kan kyu udah keseringan… Wkwk
    emg kagak bosen,,, hehe
    #ampundehah

  19. “Aku menganggapnya sebagai seseorang yang sangat berarti untukku”
    “Tidak sebagai sahabat atau pun paman dari anakku. Melainkan sebagai Cho Kyu Hyun………. Pria yang kutahu mencintaiku sepenuh hatinya.”

    Biasa aja sich gue ma kalimat itu, nggak kaget atau khawatir atau bagaimana. Kecuali kalau ada kalimat lanjutan dimana Miyoung bilang… “Dan sebagai laki-laki yang kucintai.” Hahhahahahaha…..

    Kalau boleh gue bilang, di blog ini tuch Shim Miyoung hanya milik Lee Dong Hae, kalau nggak Zhoumi. Hoakakakakakakakkkkk…

  20. Wawww .. pernyataan miyoung membuat semua orang kaget ..
    Hadeuhh .. donghae lagi kenapa sihh nanya ke miyoung seperti itu ??
    Padahal udah tau kalo jawaban’a pasti bakal bikin dye tambah sakit .
    Makin penasaran ajh sama cerita sepanjut’a .

  21. Plis miyoung lebih pantes sama kyuhyunnnnnn. Udah next chap nya miyoung sama kyuhyun ajaaaaa, salahnya donghae udah nyia nyiain miyoung dulu karna kesempatan ga datang dua kali jadiskrg giliran kyuhyun sama miyoung bahagia sama idup mereka minus donghae. Next chap nya ditunggu ya unn, as soon as posible post nya hehehe semangattt

  22. Krn udH punya anak
    Q PilIh side donghae n miyooung

    Klw bs hae-young jujur aj ama prasaan mAsing2
    Kyu jg ngapain suka ama jnda…..janda bekas kakak lagi !!

    Kyaaaa smoga ada side story J couple

  23. duh duh duh tbc nya bikin gemes :3
    kasian sama donghae tapi kalo aku jadi miyoung sih aku bingung mau pilih siapa, nagih banget baca ff ini, udah nungguin banget updeta’an ff ini semoga next part nya cepet ya,abis penasaran sama jawabannya miyoung 😀

  24. Aku di Side nya dong hae!!!
    Maaf Kyu..khusus disini lebih hatiku ngena di hae
    hehehe

    Mereka berdua kayak artis Profesional
    MasiH bersikap selayakx keluarga padahal Lagi berPerang buat dapetin minyoung..

    Maunya sih dong hae yang dipilih minyoung!
    Masak iya ,ntar kyu yang endingx jadi bapakx Haejoon???kan Lucu aja!

    Paling Ga asyik Maen T0D

    Pasti ga ada main rahasiaan!!!!

    Cie…si abang angel ngeles aja
    pura2 gitu..!

    hwaiting ya kak nta
    Xoxo

  25. Kak
    emang ga ada Cast Baru yah?
    Cewe gitu buat Dipairingin ama Si Kyuhyun????

    Kasian tuh kak
    kan Dari dulu Kyu Udah jujur ke minYoung ttg Perasaan dia
    tp sampe sekarang kan Masih DiPHP in minyoung..

  26. Smg jawaban Miyoung ttg Kyu oppa itu benar krn Kyu oppa sepertinya menemukan sebuah kesempatan u bs mencintai Miyoung dan bkn hanya memberikan kasih sayang sbg sahabat saja, Jungsoo oppa iseng bgt sama Jaehee main kissue2 bibir saja pdhl awal dare nya hanya pipi saja, Donghae oppa tetap terlihat main2 dimata Miyoung shg ia bgg wlpn ia th bhw Haejoon jg hrs th kalau Donghae oppa adl ayah kandungnya tp melihat sifat dan sikapnya msh sama seperti saat mrk menikah dulu, ia berusaha memupus harapan dan kesempatan bhw mrk kemungkinan bs bersatu kembali meskipun entah dimasa depan nanti akan seperti apa, bgg kira2 mau disisi Donghae oppa atau Kyu oppa krn dua2nya org yg berarti u Miyoung dan Haejoon, ditunggu bgt kelanjutannya chingu

  27. Kali ini aku lebih milih dukung donghae, yahh walopun aku cinta mati sama kyuhyun tapi aku dukung donghae kalo disini, hahaha #alay-_-
    Nah kan aku agak ga suka sama miyoung, iya sih dia sakit hati sama donghae karna masa lalu mereka, tapi ya ga gitu juga kali, kalo ga suka ya udah ga usah mancing2 keributan, manas2sin suasana, yaahh ini cuma pendapat ku aja, mungkin dia kyk gitu gara2 terlalu sakit hati, hihihi
    Kalo baca ff aku sering baper makanya komennya kyk gini, mian eonni
    Aku tunggu kelanjutannya, ff yang lain juga,

    Keep Writing!!!

    • Tapi klo gue jadi Miyoung, gue juga bakal begitu. Cewek mana yang gak sakit hati klo cowoknya yang jelas-jelas abis tidur sama cewek laen, trus dia minta cerai tapi malah Miyoung yang dituduh selingkuh. Kan gila. #terbawa emosi. kkkee~~~

      Well, itu sih persepsi aja. masalah taste aja. gak ada maksud lain koq. Pokoknya Nta daebakk lah!! Feelnya bikin gregetan!! EErrrr….

  28. SIAL
    knpa jadi seperti ini sih
    knpa mreka itu gak coba jujur ttg perasaan nya
    khyusus nya miyoung
    knpa dia mncoba semakin mnyakiti perasaan nya itu
    knpa dia lebh mentingin ego nya itu
    yang mncoba membenci donghae padahal sebalik nya
    banya kata kenapa ya….
    dan itu memang sangat menyesakan…

  29. sebagau fans kyuhyun, jd aku pilih kyuhyun! kasian bgt dia yg baik kenapa dia yg kenapa tampar hikssssss sedih hahahaha tp yah itu disitu kayanya kyuhyun kaya yg udah ngerelain minyoung buat donghae? kok dia santai2 aja pas ketemu lagi itu, apa jangan2 emg udah ngeikhlasin? huhu tp itu endingnya minyoung malah bilang kaya gituuuuu huhu miyoung sebenernya suka siapa skrggggggg huhu ditunggu selalu lanjutannyaaaaa fighting!!

  30. ahhh mereka comeback
    yah yah minyoung maumu apa sebenarnya memberi donghae kesempatan atau membuka hati untuk kyuhyun
    makin menunda-nunda kesempatan memberitahukan kenyataan siapa ayah kandung haejoon sebenarnya
    sabar ya abang donghae kalo emang jodoh pasti akan kembali kesisimu

  31. Akhirnya d publish juga nie lanjutannya…
    Walaupun donghae menyebalkan tp ku tetep mendukung donghae hahaha
    okayy,, next chap soon please…
    Hwaiting nta

  32. Aaaaa..kangen donghaeee..terima kasih authornim..lanjutannya d tunggu..semangatt..!! Endingnya harus ma donghae yaaa😂😂😂😂
    Kerenn pokoknya😍😍

  33. mimpi yg setengah sadar itu pertanda apa ya?? aku takut *lebay

    aduhhh.. aku kasihan sama kyuhyun tapi aku gk bisa milih dia. soalnya donghae lebih cocok sama miyoung. apa miyoung cuma balas dendam ke donghae gara2 kejadian didapur itu??? iya kan thor?? iya kan??

    aku udah jatuh dijurang cinta *ini apa?* sama haeyoung couple. klok diulik(?) dari awal miyoung juga salah. salahnya dia knapa dia gk jujur tentang kehamilannya ke donghae? (dia juga ngakuin tadi) coba aja klok dia jujur ke donghae pasti donghae bakalan berubah menjadi ranger pink *lahhh .. salah2 maksudnya berubah jadi orang yg lebih baik lagi dari ranger pink bhaaq
    kyuhyun cariin jodoh sendiri biar dia gk gegana amat gitu wkwkwk

    keep writing n fighting!! ^^9

  34. akhirnya update juga… miyoung akhirnya dasar juga.. kyu pasti seneng kalo itu bener bener tulus dari hati… udh miyoung sama kyu aja… jadi perjuangan cinta kyu ngga sia-sia

  35. Harusnya DongHae jujur tentang perasaannya pada Miyoung.. pasti Miyoung juga luluh,karena dia masih mencintai DongHae.. Egonya terlalu tinggi sih..
    Moment DongHae Miyoungnya di perbanyaklah author.. 😉
    Juga ceritanya di perpanjang itu kependekan biar puas bacanya.. 😀
    Next Chapter jangan lama2 ya.. 😉 karena selalu tak sabar menunggu kelanjutan cerita Miyoung DongHae serta KyuHyun.. #KEEPWRITING 🙂

  36. Aduh seperti nya donghae berubah pikiran tuh….makanya dia buat pertanyaan kaya gitu.. thor jebal buat donghae sama minyoung kembali tapi jangan sampe kyuhyun kagak ada pasangan nya,kagak ikhlas nae kalau kyuhyun nya kagak ada pasangan nya rasa nya ngeness kalau ngelihat kyuhyun kaya gitu

  37. Miyoung ngomonn bgtu pasti karna omongan kyuhyun bbrp waktu lalu trus jg mo bikin donghae menjauh :-D..1000% kan ane yakun miyoung msh cinta bgt ma donghae cm gk pengin nyakitin kyuhyun…
    Dibilangin kyuhyun’a kasih ke q aja jd miyoung bisa tenang balikan lg ma donghae 😉

  38. Tbc nya gangguin bgt,,jangan biarkan miyoung sama kyuhyun,,kasian donghae,,buat miyoung segera ngomong ke haejoon klo donghae ayah haejoon 😊😊

  39. duhh thorrr
    bingung mau dukung siapaa
    pinginya kyuhyunn
    tapi kasian donghaeee
    kerennn thorrr
    ffnya bikin gregettt
    ditunggu next partnyaa
    keep writing!!!
    hwaiting!!! ^^

  40. Huwaaa….. 😥 lee donghae kasihan sekali sih 😥 si miyoung knp tega bgt nyakitin sampe segitunya 😦 itu pasti gara2 hae nyuri ciumannya diam2, miyoung marah bgt makanya sampe membuat pernyataan seperti itu 😦 ooh.. lee donghaeku yg malang 😥

  41. Ayo dong donghae, perjuangin miyoung, jangan buat dia merasa kamu masih sama kaya dulu. Liat miyoung deket sama kyuhyun, kasian donghae, pasti sakit

  42. Side Lee Donghae nih.ucapan miyoung banyak yg buat terkejut. Keren bkin deg2kan.donghae hrus ttp smangat buat ngejar cintanya miyoung lagiii.kyu ngalah yehh buat abangnya.wkwk. Keep writing eonn

  43. Astaga kenapa pada gengsi bnr sih buat ungkapin perasaan masing2 wkwk emesssss bgt deh hahaha
    Aduh si dongek knp bikin prtnyaan gt apa dah tar mlh kyu sm miyoung bnran jadian baru tau rasa

  44. Bingung…. mo pilih hae ato dkung kyuhyun, disini kyuhyun’a yg byk b’korban t’serah miyoung mo sama sapa setuju” aja kkk apa maksud’a miyoung mo ksih kesempatan buat kyuhyun???

  45. Wow dungekkkkk~
    pertanyaannya bikin nyesek sendiri kan, tapi jadi penasaran kalo kyuhyun yg nanya balik sama donghae pasti bikin miyoung dag dig dug ^^
    miyoung benci donghae? benci tapi cinta kali, siapa yg bakal miyoung pilih? masih belom ketauan next part ditunggu

  46. Mereka kok tambah retak sih? Bukanya bahagia
    Ya ampun minyoung ngmng gitu kyhyun nanggepi beda lg gimana?
    Oh kasian bang donghe emang semua ada balasanya bang . Mogaa kalian cpt bersatu :’)

  47. huwaaa gak rela kalau miyoung lebih milih kyuhyun :/:/:/

    karna aku kan berada di barisan side nya donghae 😀 😀
    kasian tau dia lagi wamil tapi malah di aniyaya banget nis di ff ini.wkwkwkwk

    ayolah buat moment dimana haejon bisa manggil donghae dengan sebutan ayah,biar setidak nya kita membahagiakan dia disaat dia lagi wamil di negara nya. 😀

    ditunggu kelanjutannya ya kak :):)

  48. Ntah kenapa sedih kenapa minyoung lebih memilih kyuhyun daripada donghae. Donghae jujur saja dengan perasaanmu jangan kau simpan utarakan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Memang sih hidup itu sulit, tapi dengan kejujuran membuat hidup lebih mudah dan terhindar dari masalah. Gomawo udah mau di update. Fighting dan keep writting 😀

  49. akhirnya muncul jga nihh ff. Ck jungso nyari kesempatan nihh.. Aku berpihaknya sma kyuhyuna jha dehh soalnya ga tega liat bebku merana. Tpi jga kasian sihh sma si dongek. Berharap kisah mereka happy ending ajha dehh

  50. masih berharap miyoung milih donghae.kenapa miyoung ma donghae ga saling jujur ma perasaan masing2?pasti ga bakalan ada kesalahpahaman dan mereka berdua ga terluka.kenapa kyuhyun ga ngalah aja?kan dia juga tau miyoung ma donghae masih saling mencintai.thor plis munculin haneul aja buat kyuhyun

  51. aigooo… akhirnya keluar jg part 7…
    aah, penasaran bangetz sama kelanjutannya eonni,, berharap bgt berakhir dg donghae ja…
    .keep writing eonni!!

  52. oh my god … yang aku takutin sih takut nya miyoung bilang gitu cuma mau bikin donghae menjauh ajja, kalau gitu kan kasian kyuhyun nya… andwee!!! aku pengen nya miyoung sama kyuhyun ajja authornim. hehehe 🙂
    nggak tega kalau liat kyuhyun patah hati untuk kedua kali nya, aku harap miyoung mau membuka hati kyuhyun . kalau soal donghae sihh, molla . itu mah biar author yang urus . heheheh 😀 fighting

  53. Wawawah akhrnya udah post .keren aku di side donghae karna mereka yg paling cocok .di bgian terakhr aku kaget kenapa miyoung muji kyu .eits tenang kali aja nanti bkal dia tolak dia akan milih hae .asyikkk hae miyoun dan heejoon hidup bahagia selamanya hehehe .gak sabar nunggu kelanjutanya semangat author

  54. sumpah ni ff makin ngegemisin aja, apala wkt hae nyium miyoung saat tidur *sesustu bgt*

    tentu aja kyu sangat berarti buat miyoung, apalg kyu selalu ada buat miyoung, tapi bukab berarti miyoung cinta ma kyu, karna miyoung masih cinta na hae *ngarep*

    setuju bgt miyoung balik lg ma hae
    ayo had rebut kembali hati miyoung

  55. akhirny nongol juga nih part
    wah dongek bwat pertanyaan ug bakal nyakitin dy sendiri
    jawaban mi young keren..
    suka waktu bagian blang dy menganggap kyuhhun sbg kyuhyun bukan yg lainnya
    daebak..
    cieee jungsoo modus ke jaehee..
    tunggu part berikut ny eon..
    fighting nulisny..

  56. daebakkk 😍 suka bngt smua scene di part ini kkk
    apalagi pas donghae nyium miyoung,awww so sweet
    keep writing kak 🙂

  57. YIPPI!!! Akhirnya kelanjutan cinta segitiga ini muncul pemirsahhh ^^

    Tuh kan,, sakit kan?? Makanya waktu dulu Miyoung sayang sama lu jangan di diemin Bang!! Penyesalan itu selalu datang belakangan, klo duluan, namanya ngantri T.T *alah garinglah

    Heum, Cie Kyuhyun yang udah gak di PHP-in sama Miyoung.. kkee~~ Well, semoga itu bukan cuma panggung sandiwara yaa… Biar Donghae tau gimana rasanya sakit #DonghaeYangTersakiti 😀

    Kenapa Donghae sama Jungsoo seneng banget mencuri ciuman! Bikin ngiri -_-”
    Part yang bikin geregetan itu, pas di Donghae sama Miyoung di pantry. Hadeeeeh rasanya pengen tabok muka si abang. Kenapa gak jujur klo Cinta? lu mah orangnya gitu, dalam hati sayang, tapi selalu nyakitin Miyoung. Awas aja klo Donghae mau ngambil hak asuhnya si Haejoon Nanti gue yang maju jadi pengacaranya Miyoung *eh (T.T)

    Part ini daebak lah. feelnya konstan. tetep gregetan sama kisah rumit mereka. Nasib baik si Jungsoo dapet ciuman setelah penolakan kencan ratusan kali kkkee~~.

  58. Aahhh pendek pendek setelah sekian lama menanti..
    Ayoollaahhh sma kyuhyun ajaaa..
    Biar endingnya gk selalu sma pemain utamahihihihi
    Biar bedaaa plliiissss

  59. Ohh Hubungan yang rumit ini kapan berakhir? Harus ada yang di korbankan.. Jangan sakiti Donghae.. Dan jangan kecewakan Cho Kyuhyun.. Membingungkan..
    Mi Young apa yang akan kau lakukan?? Satu sama lain saling tersakiti dengan keadaan ini.
    Dua laki-laki yang membuat bingung.. Aku yang baca nya bingung dan nggak tega siapa akan di pilih sama Mi Young.. Tak berani memihak pada siapa pun..
    semoga pilihan Mi Young yang terakhir itu dan solusi yang terbaik
    Donghae kau mencintainya kan.. Kata itu, jangan di tunda tunda..

    Di tunggu kelanjutan nya Kakak 🙂

  60. minyoung akhir a mngakui juga perasaan a pda kyuhyun vlisss gue sih brharap a kyuhyun ma minyoung tpi knapa feelingku mngatakan klau minyoung bklan ma donghae, tpi pngin a minyoung ma kyuhyun.

  61. aduuuuh… akhirnya sakiiiiiiit….
    aku malah kasian sama kyu… jangan phpin kyuhyun dong…..
    yang sabar ya kyu… kamu jangan ke geeran sama minyong…

  62. cintanya Kyuhyun bertepuk sebelah tangan, tapi masih saja tetap bertahan walaupun harapannya tipis. Yang dikatakan Miyoung itu beneran atau hanya untuk mengelabuhi Donghae saja, kan kasihan Kyuhyunnya di PHP-in terus

  63. akhirnya publish juga.. aduhh kok aku malah kasian sama kyuhyun sih.. aku takutnya kyuhyun dibikin jadi pelampiasan miyoung karna ga bisa ngelupain donghae.. jadi sam kyu aja thor kan udah biasa donghae di couple in sama miyoung kkk

  64. jangan lama2 thor lanjutannya. dari semua ff mu aq beneran menanti bgt ff ini. seneng aja sama ceritanya. aku donghae side dong walau cintaku itu kyuhyub tp aq lebih mendukung psgn suami istri harusnya bersatu apa lg udah ada anak. kasian buat psikologi anaknya.

  65. benarkah kata2 itu dr hati miyoung??bkn krn permainan??aku hrp itu benar,jika hny krn permainan kyu akan merasakn skt ditolak utk kesekian klinya. hikss

  66. Hahhh bingung ini mau milih kyuhyun apa donghae,, mereka sama sama cinta miyoung kq jadi ya terserah eonni lah ntar di couple in sama sapa, pokoknya sukak aja sama tulisan tulisannya eonni, hehehe

  67. Huuaaa eonni kok jadi gini?? 😦 donghae kasihan, dia orang kedua yang terluka parah, tpi hae juga gak dewasa2 nya sih.. Berharap donfhae sma miyoung. Next

  68. whoaaa daebak eon…

    berharap miyoung pilih donghae walau udh nyeritain ttg kebaaikannya kyu… tapi kyu juga pantes sama miyoung… Aaaaaaa poligami aja miyoung nya eon… kekekekeke

    di tunggu lanjutannya eonni

  69. Dong Hae sih nantangin, tuh kan jawabannya membuat kamu menohok.
    Tapi apakah itu jawaban yang tulus dari Miyoung?? Jangan-jangan itu karena sikap menyebalkan Lee Dong Hae lagi.
    Hmmm… ditunggu deh next part nya oceeee

  70. Yaaaaahhhhh……aku telat banget ini…..
    Aku tetep mau miyoung balikan lagi ama donghae….please ya authornim…..donghae kan dikit dikit udah berubah…..please ya…..
    Ini berasa kayak nonton drama korea gitu ya…….dua orang yang bersaing tapi tetep masih berhubungan……baca ff ini emosinya diaduk aduk nih……masih cinta ama donghae tapi keingetan kesalahan dia dulu…..ga cinta ama kyuhyun tapi dia udah berkorban banyak…..huft…..miyoung…fighting….

  71. Senangnya kyuhyun dpat pujian dari miyoung
    …hehehehe

    Kasian tuh donghae, kayaknya dia berusaha lebih keras tu buat dapat kepercayaan dari miyoung…

  72. baru baca lanjutannya kkkkk
    ahhh berharap miyoung bener2 mencintai kyuhyun….kasihan tn.Cho hahahaha
    ya meski salah satu harus tersakitii sie leedonghae tp gpp thor buat leedonghae yg mengalah krn cintanya kekkekeke

  73. Ayooo dong min, cepet lanjutin ff nyaaa. Seru bngttt 😍😍😍😍. Smga donghae oppa nya balikan lagi sama miyoung nya 😍😍😍

  74. Seberny ngedukung Kyuhyun…
    Hidup itu gdk yg Happy Ending, dmna ad pertemuan psti ada perpishan…
    Nah, Donghae kan msa laLu Miyoeng….
    Dan brhrap msa dpan Miyeong itu Kyuhyun….
    Soalny Kyuhyun Ud sbar nunggu Miyeong buat Moveon dri msa laLuny…
    Hehee…

  75. Ok Yang aku rasa sih pernyataan miyoung itu bohong. Entah knp se brensek-brensek nya si hae di sini dan sebaik dan sesabarnya kyu tetep aja org yg selalu ada itu masih kalah dengan orang yang spesial. ^^

  76. Urgh~~ semuanya dri kesakitan yg ada pda kyuhyun, miyoung dan juga donghae..
    Knapa slalu perasaanku yg tersakiti lebih adlah donghae..
    kasian donghae…

    Kgak tega aku…
    Smoga donghae bahagia…
    Apapun yg terjadi

  77. Duhh kasian bgt sama donghae ;_______; pas di kamar dia nyium miyoung aww T____T tapi pas di dapur anjeengggg tiba2 gue kesel lagi ama donghae hahah brengsekkk -________-” tepi ternyata itu cuma akting doang, aslinya dia juga sakit </3 

    Udah ongek ama aku ajaa 😭

  78. Btw itu pas miyoung bilang kyu orang yg berarti buat dia, itu jelas truth. Gimanapun juga selama ini kyu yg nemenin dia, of course kyu brafti banget buat miyoung. Tapi…

    Cuma sebagai sahabat.

    Makanya pas miyoung jawab, dia milih jawaban yg ambigu supaya dia ga perlu bilang kalo dia ga cinta kyu (supaya kyu ga sakit) tapi juga buat hae ke ge eran kalo dia bilang dia bilang dia ga cinta kyu hmm…

  79. Tidaaaaaaaakk.. noooo…
    Minyoung jangan katakan lagy.. aku tak sanggup mendengar hal lebih..
    Jika jadi donghae itu trlalu menyakitkan.. 🙈😭😭😭
    Tapi g pp ce nyenengin kyuhyun bentar au rasa itu adil… 😊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s